Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Penumpang KRL Tak Tidur Di Stasiun, KAI Diminta Tambah Fasilitas Istirahat
Selasa, 25 November 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diminta menambah fasilitas istirahat penumpang Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini untuk mengantisipasi banyaknya penumpang yang tidur di stasiun. Ide ini dinilai lebih baik dibandingkan opsi untuk mengoperasikan KRL selama 24 jam.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno melihat penumpang yang biasanya tidur di stasiun, adalah mereka yang tengah menunggu kereta keberangkatan pertama.
“Saya lihat, mereka itu bukan hanya pegawai. Kadang ada di antaranya pedagang, jauh-jauh dari daerah penyangga bawa barang untuk dijual di Jakarta. Mereka sudah siap-siap dari jam 2 atau jam 3 pagi,” ujar Djoko kepada Rakyat Merdeka, Senin (24/11/2025).
Baca juga : Kini Tak Ada Lagi Pohon Palem Di Pondok Indah
Sambil menunggu jam keberangkan pertama KRL, para calon penumpang ini datang lebih awal dan beristirahat di emperan-emperan stasiun.
Karena itu, Djoko menyarankan, perlu ada layanan lain yang disediakan PT KAI untuk para penumpang tersebut.
“Kalau bisa diberi ruang untuk istirahat atau menginap, karena itu juga bagian dari pelayanan, memberikan rasa nyaman,” sarannya.
Baca juga : KPK Minta Hakim Tak Terima Praperadilan Paulus Tannos
Penyediaan ruang menginap ini menurutnya sangat penting. Selain rencana perusahaan untuk menambah rangkaian kereta baru KRL.
Mengingat, Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberi lampu hijau, dengan mengalokasikan tambahan anggaran hingga Rp 5 triliun untuk pengadaan 30 gerbong kereta, yang diharapkan bisa direalisasikan dalam waktu 6 bulan hingga satu tahun ke depan.
Komitmen Pemerintah, sambung Djoko, juga terlihat pada pemberian subsidi pada kereta khusus petani dan pedagang. “Anggaran besar, layanan juga harus optimal,” tegasnya.
Baca juga : Arsenal Penguasa London Utara
Sebelumnya, ramai diberitakan penumpang menginap di stasiun karena tertinggal perjalanan terakhir KRL. Contohnya terjadi di Stasiun Cikarang.
Kondisi ini memunculkan wacana layanan KRL perkotaan beroperasi 24 jam, yang pertama kali disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Bahkan, ide ini mulai dikoordinasikan Menhub Dudy ke PT KAI. Namun belum ada keputusan yang pasti.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya