Dark/Light Mode

Gempur Gaza, Tewaskan 21 Orang, Israel Kumat Lagi

Senin, 24 November 2025 07:20 WIB
Warga Palestina berusaha memeriksa dan menyelamatkan korban dari mobil yang terbakar akibat serangan militer Israel di Kota Gaza, Sabtu (22/11/2024). (Foto: Anadolu Agency)
Warga Palestina berusaha memeriksa dan menyelamatkan korban dari mobil yang terbakar akibat serangan militer Israel di Kota Gaza, Sabtu (22/11/2024). (Foto: Anadolu Agency)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah gencatan senjata, Israel kembali kumat. Tentara Zionis kembali menggempur kawasan padat penduduk di Gaza. Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dan 80 orang luka-luka. 

Serangan udara terbaru Israel terjadi pada Sabtu (22/11/2025). Padahal, Palestina-Israel sedang melakukan gencatan senjata yang di mulai pada 10 Oktober.

Otoritas Gaza melaporkan ledakan beruntun mengguncang kawasan Rimal, Al-Awda, kamp Nuseirat, hingga Deir al-Balah. Salah satu serangan paling mematikan terjadi di lingkungan Rimal, Kota Gaza, ketika sebuah kendaraan dihantam rudal. 

Baca juga : NasDem Sumsel Tekankan Loyalitas Kader Dan Pengurus

11 orang meninggal dan lebih dari 20 lainnya terluka. Serangan lain menghantam rumah di dekat Rumah Sakit Al-Awda, Gaza Tengah, menewaskan tiga orang dan melukai 11 lainnya. 

Di kamp pengungsi Nuseirat, serangan terhadap rumah sebuah keluarga menewaskan tujuh orang, termasuk seorang anak. Sementara di Deir al-Balah, tiga warga tewas setelah rumah mereka hancur dihantam rudal. “Ini gencatan senjata yang rapuh. 

Ini bukan kehidupan yang bisa kami jalani. Tidak ada tempat yang aman,” ujar saksi mata Khalil Abu Hatab kepada Al Jazeera, Minggu (23/11/2025). 

Baca juga : Jaga Kedaulatan Digital, Gerindra Berharap Regulasi AI Dikebut

Saksi lain, Emad Khattab menggambarkan, kondisi memilukan usai serangan Israel yang menewaskan tiga anggota keluarga Abdel Rahim Abu Amouna, seorang pejuang Hamas. “Rumah keluarga Abdel hancur diterjang rudal. Anak-anak berserakan di jalan,” katanya. 

Pemerintah Gaza menuding Israel melanggar gencatan senjata secara sistematis. Gaza Government Media Office mencatat 497 pelanggaran dalam 44 hari, termasuk 27 pelanggaran baru sejak kemarin. 

“Kami meminta mediator segera turun tangan untuk mencegah gagalnya perjanjian sebagaimana keinginan pendudukan,” kata seorang pejabat Hamas. 

Baca juga : Pemerintah Luncurkan Diskon Transportasi Nataru, Ekonomi Kian Menggeliat

Hamas menyebut pelanggaran berulang itu telah menyebabkan ratusan warga Palestina gugur sebagai martir, mengubah garis penarikan pasukan, dan melanggar peta kesepakatan. 

Anggota Biro Politik Hamas, Izzat al-Rishq menuding, Israel mencari-cari alasan untuk kembali memulai perang. “Israel sedang mencari cara menghindari kesepakatan dan kembali melancarkan perang pemusnahan,” ujarnya kepada Quds News Network
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.