Dark/Light Mode

Properti Indonesia Tunjukkan Ketangguhan, LPKR Raup Pertumbuhan

Selasa, 25 November 2025 11:09 WIB
LPKR menampilkan kawasan hunian bernilai tambah.  Perusahaan berkomitmen hadirkan lingkungan hidup yang modern dan berkelanjutan. (Dok. LPKR)
LPKR menampilkan kawasan hunian bernilai tambah. Perusahaan berkomitmen hadirkan lingkungan hidup yang modern dan berkelanjutan. (Dok. LPKR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika sosial, pasar properti di Indonesia memperlihatkan ketahanan yang solid dan sinyal positif di Kuartal III 2025. Hal ini terlihat dari data terbaru Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) Kuartal 3 tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pasar properti di berbagai kota.

Kendati terjadi stagnasi dan koreksi harga di beberapa kota karena tekanan daya beli, melemahnya sentimen konsumen, dan tantangan dinamika sosial, sebagian besar kota masih menunjukan pertumbuhan harga yang positif.

CEO Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengungkapkan, ketahanan pasar properti ini tidak lepas dari stimulus dan kebijakan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas.

Baca juga : Lembaga Literasi Politik Indonesia Diluncurkan, Fokus Perkuat Peran Anak Muda

“Kebijakan seperti penurunan suku bunga dan insentif PPN menjadi penopang utama stabilitas pasar," katanya.

Dara juga mengatakan bahwa menjelang akhir tahun, tren konsolidasi pasar properti diperkirakan mulai bergeser ke arah yang lebih positif. Sentimen membaik dan injeksi likuiditas Rp200 triliun ke bank-bank BUMN menjadi dua faktor kunci yang mendorong pemulihan, khususnya di segmen rumah terjangkau dan menengah. 

“Kombinasi antara kepercayaan pasar dan pelonggaran likuiditas ini berpotensi mempercepat pertumbuhan permintaan, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis,” ungkapnya.

Baca juga : Perkembangan IKN Semakin Menguat

Di tengah situasi tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, berhasil membukukan pra penjualan Rp4,02 triliun hingga Kuartal III 2025. Angka tersebut setara 64% dari target tahunan perusahaan.

Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan. Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.

Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung oleh serah terima unit yang tepat waktu. Sedangkan, EBITDA yang mencapai Rp843 miliar merupakan hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal.

Baca juga : Paradoks Digital Indonesia: Seruan Keberanian Kolektif Dan Gotong Royong

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR membukukan kinerja kuat. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.

“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia.

“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.