Dark/Light Mode

Warga Sabang Dukung Penindakan 250 Ton Beras Impor Ilegal

Kamis, 27 November 2025 15:01 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca operasi penyegelan kapal pengangkut, gudang penyimpanan, serta 250 ton beras impor ilegal pada pekan lalu, situasi di Kota Sabang tetap aman, tertib, dan kondusif. Seorang warga Sabang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan dukungannya.

“Saya sebagai warga Sabang biasa sangat mendukung operasi ini. Dari dulu kita tahu beras-beras yang masuk lewat sini banyak yang tidak benar prosedurnya. Kalau dibiarkan terus, petani kita di Aceh dan Sumut yang susah payah menanam padi malah rugi besar. Jadi kami masyarakat di sini justru senang dan berterima kasih kepada aparat yang sudah bertindak tegas,” ujarnya.

Warga di sekitar pelabuhan dan gudang yang disegel juga menyampaikan hal serupa. Tidak ada penolakan atau aksi demonstrasi. Justru banyak yang memberikan apresiasi kepada petugas.

Baca juga : Pakar Ajak Publik Dukung Pertamina Perkuat Tata Kelola Migas

Saat ini perhatian masyarakat Sabang dan Aceh pada umumnya lebih terfokus pada musibah banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten, sehingga isu beras impor ilegal tidak memunculkan gejolak.

Proses hukum terhadap pelaku impor ilegal pun berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Seorang petani asal Aceh Besar, Tengku Junaidi (bukan nama sebenarnya), menyampaikan rasa syukurnya.

Alhamdulillah kami petani sangat mendukung penahanan beras impor ini. Stok beras di Aceh saat ini melimpah, gudang Bulog penuh, harga gabah juga sedang bagus. Sekarang kami memasuki masa tanam padi rendeng Desember–Maret. Kalau beras luar dibolehkan masuk seenaknya, harga gabah kami pasti jatuh lagi. Terima kasih kepada pemerintah dan aparat yang sudah melindungi petani lokal,” ujarnya.

Baca juga : Totok Daryanto Dukung Langkah Tegas Pemerintah Berantas Tambang Ilegal

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) telah menegaskan posisi pemerintah terkait kasus ini.

“Kami marah betul, kok bisa masuk? 250 ton masuk tidak ada izinnya. Kita tidak pernah ada izin impor beras, itu tidak ada,” tegasnya saat menghadiri pelantikan Apdesi di gedung Kementerian Desa, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Ia menekankan, pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras sepanjang 2025 karena stok nasional mencukupi.

Baca juga : Amran Marah, 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Sabang

Kasus pemasukan 250 ton beras impor ilegal tersebut berasal dari Thailand dan dilakukan oleh PT MSG tanpa persetujuan pemerintah pusat.

Izin impor dari pihak Thailand terbit sebelum rapat koordinasi teknis Kemenko Pangan pada 14 November 2025. Rapat itu sendiri menolak rencana impor. Sebab, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh mencapai 94.888 ton, cukup hingga awal 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, tindakan tersebut bertentangan dengan instruksi Presiden Prabowo untuk menjaga kedaulatan pangan nasional. Sebab, produksi beras domestik tahun ini mencapai rekor tertinggi. Bea Cukai juga mengonfirmasi tidak pernah mengizinkan masuknya beras tersebut ke kawasan bebas Sabang. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.