Dark/Light Mode

Wartsila Dukung Pusat Data Berbasis AI Lewat Teknologi Mesin Fleksibel

Kamis, 20 November 2025 22:04 WIB
Kari Punnonen, Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy (tengah) bersama Febron Siregar, Sales Director, Wärtsilä Energy (dua dari kanan), Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) (tiga dari kanan), Kevin Marojahan Banjar Nahor, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB (tiga dari kiri), dan tim Wärtsilä saat diskusi Energy Transition Roundtable (Kamis, 20/11/2025). (Foto: Dok. Wartsila)
Kari Punnonen, Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy (tengah) bersama Febron Siregar, Sales Director, Wärtsilä Energy (dua dari kanan), Fabby Tumiwa, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) (tiga dari kanan), Kevin Marojahan Banjar Nahor, dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB (tiga dari kiri), dan tim Wärtsilä saat diskusi Energy Transition Roundtable (Kamis, 20/11/2025). (Foto: Dok. Wartsila)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seiring percepatan transisi energi dan transformasi digital di Indonesia, Wärtsilä mendukung kemajuan tersebut melalui teknologi mesin terbaik dan solusi inovatif yang menghadirkan fleksibilitas serta keandalan.

Pada Energy Transition Roundtable yang diselenggarakan dalam rangkaian Electricity Connect 2025, Wartsila mengundang pemerintah, pelaku utilitas, akademisi, dan para pemimpin industri untuk membahas strategi penguatan ketahanan jaringan listrik seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan dan melonjaknya permintaan listrik.

Diskusi tersebut berfokus pada integrasi energi terbarukan, fleksibilitas jaringan, penyelarasan kebijakan, serta peningkatan kebutuhan energi untuk mendukung ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh, termasuk pusat data berbasis artificial intellegence (AI).

Pembangkit listrik berbasis mesin Wärtsilä menyediakan respons frekuensi yang sangat cepat dalam memulihkan keseimbangan jaringan ketika output energi terbarukan menurun.

“Fleksibilitas telah menjadi atribut paling krusial dalam sistem tenaga listrik modern,” ujar Kari Punnonen, Energy Business Director, Australasia, Wärtsilä Energy dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).

Baca juga : Cekat Innov 25 Dukung Masa Depan Agentic AI Dan Transformasi Bisnis

Ia menambahkan, teknologi fleksibel seperti mesin diperlukan untuk memungkinkan peningkatan penggunaan energi terbarukan tanpa mengorbankan keandalan.

”Mesin Wärtsilä dapat menyala dan mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit, serta telah dirancang untuk masa depan dengan kemampuan beroperasi menggunakan bahan bakar berkelanjutan," ujar Febron Siregar, Sales Director, Wärtsilä Energy.

“Teknologi mesin kami mampu merespons fluktuasi secara cepat dan menstabilkan jaringan dalam hitungan detik," ujar. Kevin Marojahan Banjar Nahor., dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB.

Pendekatan Wärtsilä mencerminkan kebutuhan Indonesia pada tahap transisi energi saat ini. Untuk meningkatkan kapasitas tenaga surya dan angin secara nasional, fleksibilitas jaringan bukan lagi pilihan—tetapi menjadi kebutuhan mendasar.

Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa yang hadir sebagai panelis dalam Round Table Discussion, menekankan bahwa fleksibilitas dan keandalan tetap menjadi inti dari strategi energi nasional.

Baca juga : BRI Dukung PRABU Expo 2025 Dorong Transformasi Teknologi Bagi UMKM Naik Kelas

Untuk mempercepat integrasi energi terbarukan, dibutuhkan solusi pembangkit yang dapat naik-turun daya dengan cepat, menstabilkan jaringan, dan memastikan keandalan di sistem kepulauan kita yang beragam.

Mikrogrid yang menggabungkan energi terbarukan, mesin Wärtsilä, dan penyimpanan energi menawarkan solusi yang hemat biaya dan rendah emisi untuk pusat data.

Dengan menyediakan pembangkitan di lokasi, operasi yang independen dari jaringan, dan skalabilitas cepat, sistem ini memungkinkan operator untuk mengakses daya dengan cepat sambil menjaga ketahanan dan efisiensi.

” Pendekatan ini sudah diterapkan secara global. Di Amerika Serikat, Wärtsilä baru-baru ini mendapatkan pesanan 282 MW untuk memasok daya bagi proyek pusat data besar di Ohio," ujar Febron.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan menggunakan 15 mesin Wärtsilä 18V50SG yang berjalan dengan bahan bakar gas alam dan memberikan energi yang andal secara langsung dengan emisi rendah dan konsumsi air minimal.

Baca juga : SWA Apresiasi Perusahaan Berorientasi Pelanggan Dan Berkelanjutan

 Wärtsilä memastikan daya yang andal, berkelanjutan, dan dapat ditingkatkan untuk mendukung transisi energi dan pertumbuhan digital.

“Tujuan kami adalah membantu Indonesia membangun sistem energi yang berkelanjutan dan siap menghadapi masa depan,” kata Febron.

Ia menambahkan, penyeimbangan energi terbarukan hingga memasok daya untuk pusat data berbasis AI, fleksibilitas adalah kunci bagi sistem kelistrikan yang tangguh dan berkelanjutan.

”Saat Indonesia semakin mendekati target energi terbarukan dan transformasi digitalnya, Wärtsilä komit menyediakan solusi mesin fleksibel yang mendorong kemajuan dan peluang," pungkas Febron.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.