Dark/Light Mode

Operasi Migas PHR Zona 1 Terdampak Banjir, Fokus Utama: Keselamatan & Bantuan

Sabtu, 29 November 2025 13:22 WIB
PHR Zona 1 bergerak cepat medistribusikan bantuan di posko siaga banjir dan titik-titik pengungsian di Lhokseumawe, Aceh dan Langkat, Sumatera Utara. (Dok. PHR Zona 1)
PHR Zona 1 bergerak cepat medistribusikan bantuan di posko siaga banjir dan titik-titik pengungsian di Lhokseumawe, Aceh dan Langkat, Sumatera Utara. (Dok. PHR Zona 1)

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi hulu migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 di Aceh dan Sumatera Utara terdampak parah akibat bencana banjir dan longsor yang telah ditetapkan sebagai kondisi darurat oleh pemerintah daerah setempat.

Meski menghadapi gangguan produksi di sejumlah lapangan, PHR Zona 1 menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dan berkomitmen kuat untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi, sejalan dengan penetapan status darurat banjir dan longsor di Sumatera Utara oleh Gubernur Bobby Nasution.

Bencana ini melanda tiga wilayah operasi PHR Zona 1: PHE NSO Field, Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan Pertamina EP Rantau Field.

General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda dan menjelaskan bahwa tim telah bergerak cepat sejak awal kejadian.

Baca juga : Pertagas Group Borong 7 Penghargaan Keselamatan Migas 2025

“Kami memastikan seluruh upaya penanganan bencana oleh PHR Zona 1 dilakukan secara optimal dengan bersinergi bersama SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, dan para pemangku kepentingan lainnya. Kami berkomitmen untuk terus membantu dan mendukung program bantuan serta pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali pulih,” ungkapnya.

Upaya Mitigasi dan Penyaluran Bantuan

Sejumlah langkah mitigasi dan penanggulangan telah diambil:

* Pertamina EP Rantau Field:

Genangan air setinggi hingga tiga meter pada 27 November 2025 menyebabkan fasilitas produksi terendam dan terhenti sementara.

Meskipun demikian, bantuan terus disalurkan melalui Posko Utama Bupati dan desa-desa sekitar, meliputi bahan pangan, popok bayi, dan minyak kayu putih.

Baca juga : Perkuat Misi Kemanusiaan, Prabowo Perintahkan TNI Tambah Batalyon Kesehatan

* Pertamina EP Pangkalan Susu:

Sejak 25 November 2025, perusahaan melakukan mitigasi menyusul potensi dampak banjir di sekitar Main Gathering Station (MGS).

Sebanyak 187 orang telah dievakuasi ke Bukit Kunci, Pangkalan Susu, dan tim lapangan diturunkan untuk memperbaiki pagar beton MGS.

* PHE NSO Field:

Di Lhokseumawe, bantuan cepat didistribusikan sejak 27 November 2025, termasuk makanan, obat-obatan, selimut, makanan anak, dan popok bayi.

Baca juga : Edukasi Masyarakat, Gibran Ikut Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Menteng

Di lokasi seperti Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Langkat, PHR Zona 1 telah mendistribusikan bantuan darurat berupa:

* Bahan Makanan: 425 kg beras, 480 kg gula, 177 dus mi instan, 135 dus sarden, dan 103 dus minyak goreng, serta bahan makanan pendukung lainnya.

* Kebutuhan Sehari-hari: Perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, dan popok sekali pakai.

Mengingat banyak akses darat yang terputus, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap menggunakan perahu karet dan helikopter untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi.

Meskipun operasi migas terpengaruh, termasuk dihentikannya sementara produksi di Pertamina EP Rantau Field, PHR Zona 1 tetap berkomitmen untuk mendukung pemulihan masyarakat dan memastikan keberlanjutan produksi energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.