Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di Tanjung Jabung Barat, Jambi
PetroChina Pacu Kebangkitan Kopi Liberika dan UMKM
Sabtu, 29 November 2025 17:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah delapan tahun pendampingan intensif, program Corporate Social Responsibility (CSR) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berhasil mendorong kebangkitan kopi Liberika dan menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif di akar rumput. Upaya yang dirintis sejak 2015 itu kini mulai memperlihatkan hasil nyata, terutama melalui berdirinya Gerai Kopi Liberika atau Gerai Mekar Jaya pada 30 Oktober 2017.
Pendampingan PetroChina pada periode 2015–2017 berfokus pada pengendalian penyakit akar putih, peningkatan kualitas pascapanen, dan praktik budidaya berkelanjutan. Meski produktivitasnya tidak setinggi Arabika atau Robusta, Liberika memiliki karakter unik yang menjadikannya komoditas bernilai tinggi. Kecamatan Betara sebagai sentra utama bahkan telah mengantongi sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), yang memperkuat posisi Liberika sebagai identitas lokal khas Jambi.
Baca juga : PetroChina Dorong Kebangkitan Kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat
Melihat potensi itu, PetroChina kemudian membangun Gerai Mekar Jaya sebagai pusat edukasi, hilirisasi produk, dan pemberdayaan UMKM. Seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil olahan UMKM binaan, seperti Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, dan MPG. Gerai ini berkembang menjadi ruang berkumpul komunitas, sekaligus etalase utama Liberika Betara bagi masyarakat luas.
Harihadi (kiri), pengelola UMKM di Gerai Mekar Jaya dan Ahmad Ramadlan, CSR & Comdev Supervisor PCJL. [Foto: Rusma/RM.id]
CSR & Comdev Supervisor PCJL, Ahmad Ramadlan, menyebut program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. “Liberika ini bukan sekadar komoditas, tapi identitas daerah. Tantangan kami adalah menjaga keberlanjutannya. Karena itu kami tidak hanya membangun gerai, tetapi mempersiapkan petani dan UMKM agar mandiri, naik kelas, dan mampu berinovasi dari hulu ke hilir,” ujarnya, dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Media SKK Migas–KKKS di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025).
Baca juga : Dukung Program Strategis Pemerintah, BRI Raih Penghargaan Kementerian IMIPAS
Gerai Mekar Jaya pun tumbuh sebagai ruang kreatif: tempat anak muda belajar menjadi barista, ruang pelatihan pengolahan kopi, hingga wadah kegiatan seni dan musik. Meski pendapatan harian gerai naik turun, geliat ekonomi turunan dari aktivitas ini terbukti memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Harihadi, pengelola UMKM di Gerai Mekar Jaya, merasakan betul perubahan itu. “Dulu kami hanya menjual green bean tanpa tahu cara mengolah atau memasarkannya. Sekarang anak-anak muda bisa meracik kopi, UMKM punya produk sendiri, dan gerai ini jadi pusat kegiatan masyarakat. Dampaknya terasa sampai ke ekonomi keluarga kami,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya