Dark/Light Mode

PetroChina Dorong Kebangkitan Kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat

Sabtu, 29 November 2025 08:43 WIB
Kunjungan Lapangan Media SKK Migas–KKKS, di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025). (Foto: SKK Migas)
Kunjungan Lapangan Media SKK Migas–KKKS, di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025). (Foto: SKK Migas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengembangan kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan hasil positif setelah delapan tahun pendampingan intensif yang dilakukan PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak Gerai Kopi Liberika atau Gerai Mekar Jaya berdiri pada 30 Oktober 2017, program ini berperan besar dalam mengangkat kembali varietas kopi endemik Jambi sekaligus mendorong ekosistem ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.

Pendampingan PetroChina dimulai pada 2015–2017 dengan fokus pada peningkatan kualitas pascapanen, pengendalian penyakit akar putih, serta penerapan budidaya berkelanjutan. Meski produksi kopi Liberika lebih rendah dibanding Arabika atau Robusta, varietas ini punya keunikan yang membuatnya bernilai tinggi. Kecamatan Betara sebagai sentra Liberika juga telah memperoleh sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), memperkuat posisi Liberika sebagai aset lokal khas daerah.

Melihat potensi besar komoditas tersebut, PetroChina mendirikan Gerai Mekar Jaya sebagai pusat edukasi, hilirisasi produk, dan pemberdayaan UMKM. Seluruh produk yang dijajakan berasal dari pengrajin kopi lokal, termasuk Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, dan MPG. Gerai ini kini menjadi titik penting dalam memperkenalkan Liberika ke masyarakat luas sekaligus menjadi ruang berkumpul komunitas dan pengembangan ekowisata.

Baca juga : Gandeng Lapas Cipinang, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Perlindungan Warga Binaan

CSR & Comdev Supervisor PCJL, Ahmad Ramadlan, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi dampak jangka panjang. Kata dia, liberika ini bukan sekadar komoditas, tapi identitas daerah.

"Tantangan kami adalah membantu masyarakat menjaga keberlanjutannya. Karena itu, kami tidak hanya membangun gerai, tetapi membangun kapasitas petani dan UMKM lokal agar mereka mandiri, naik kelas, dan terus berinovasi dari hulu ke hilir,” ujarnya, dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas–KKKS, di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025).

Gerai Mekar Jaya berkembang menjadi ruang kreatif masyarakat, mulai dari kegiatan musik, seni, hingga pelatihan barista dan peningkatan kualitas pengolahan kopi. Meski pendapatan harian gerai fluktuatif, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat terbukti nyata lewat tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan.

Baca juga : Persijap Berburu Kebangkitan Di Sleman, Tekad Akhiri Tren Negatif

Pengelola UMKM Gerai Mekar Jaya, Harihadi, mengatakan pembinaan PetroChina membawa perubahan besar. “Dulu kami hanya menjual green bean tanpa tahu cara mengolah dan memasarkan. Sekarang anak-anak muda bisa jadi barista, UMKM punya produk sendiri, dan gerai ini jadi pusat kegiatan masyarakat. Dampaknya terasa langsung pada ekonomi keluarga kami,” jelasnya.

Meningkatnya permintaan konsumen turut mendorong harga green bean Liberika hingga sekitar Rp 85.000 per kilogram. Meski sebagian petani beralih ke komoditas lain, pasar Liberika tetap terbuka lebar berkat karakter rasa yang unik dan minimnya pesaing nasional. Bahkan permintaan dari Malaysia dan Singapura mulai masuk untuk pasokan Liberika Betara.

Ke depan, PetroChina bersama UMKM dan pemerintah daerah akan terus memperkuat edukasi kopi, pengembangan ekowisata, serta aktivitas kreatif sebagai strategi menjaga keberlanjutan industri Liberika. Kolaborasi yang makin solid diharapkan menjadikan Liberika Jambi sebagai komoditas unggulan yang mendorong ekonomi lokal sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan Energi Aman Selama Libur Natal & Tahun Baru

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, mengatakan kontribusi industri hulu migas tidak hanya tercermin dari produksi energi yang menjaga ketahanan nasional, tetapi juga dari berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendorong ekonomi lokal tumbuh berkelanjutan.

“Inisiatif PetroChina dalam mengembangkan kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat adalah contoh nyata bagaimana kegiatan hulu migas dapat memberi nilai tambah langsung bagi masyarakat. Ketika kapasitas petani meningkat, UMKM naik kelas, dan ekosistem kreatif tumbuh, maka manfaat ekonomi yang tercipta akan mengalir hingga tingkat nasional,” ujar Heru.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.