Dark/Light Mode

Tambang Freeport Belum Beroperasi, Suplai Tersendat

Harga Emas Berpotensi Tembus Rp 2,7 Juta/Gram

Senin, 1 Desember 2025 06:30 WIB
Peluang kenaikan harga emas masih terbuka. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Peluang kenaikan harga emas masih terbuka. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Meski begitu, ia berharap Freeport tetap bisa memasok emas ke Antam sesuai komitmen. 

Sebagai informasi, produksi emas Antam hingga Juni 2025 mencapai 438 kilogram (kg), tidak jauh berbeda dari periode yang sama tahun lalu sebesar 439 kg. Hingga Desember 2024, produksi emas Antam tercatat 1.019 kg atau 1,019 ton, turun dibandingkan 2023 yang mencapai 1.208 kg. 

“Kalau komitmen perjanjian kerja sama Freeport-Antam berjalan, harapannya kebutuhan emas domestik terjaga,” kata Fahmy. 

Baca juga : Lingkungan Lebih Bersih, Biaya Hidup Lebih Hemat

Ia menilai, Antam juga perlu melakukan impor untuk menjaga kecukupan pasokan dan meredam fluktuasi harga emas. “Jangan sampai ada kekosongan stok karena bahan baku terbatas. Jadi wajar kalau Antam mencari sumber alternatif,” ujarnya. 

Di kesempatan terpisah, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan, hingga akhir 2025 pihaknya akan menyetor 10 ton emas ke Antam. “Sepuluh ton (emas ke Antam),” ujar Tony singkat usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Senin (24/11/2025). 

Angka itu merupakan tindak lanjut kerja sama Freeport-Antam yang dimulai Februari 2025. Freeport ditargetkan mengirim 30 ton emas per tahun selama lima tahun dengan nilai kontrak 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 200 triliun. 

Baca juga : Geledah Perusahaan Penggarap Monumen Reog, KPK Sita Senjata Api

Menurut Tony, produksi emas tahun ini diperkirakan hanya mencapai 33 ton alias separuh dari total Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 sebesar 67 ton. Karena itu, RKAB 2026 perlu direvisi, dengan target penjualan emas turun dari 45 ton menjadi 26 ton. 

Penurunan itu dipicu insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September lalu, serta gangguan produksi akibat kebakaran smelter di Gresik. Freeport masih menyesuaikan rencana produksi sambil menuntaskan pemulihan pasca-insiden. 

Target operasional tambang Grasberg baru berjalan parsial pada awal kuartal I-2026, begitu juga smelter baru Freeport. “Proyeksi kami, produksi atau penjualan logam emas turun 43 persen menjadi 26 ton pada 2026. Ini semuanya akan dikonsumsi Antam. Tidak ada rencana ekspor emas,” aku Tony. 

Baca juga : Drama VAR Antar Milan Ke Puncak

Ia menambahkan, produksi diproyeksikan kembali naik sejalan dengan pemulihan GBC yang direncanakan beroperasi penuh pada 2027. “Produksi 2026 sebesar 26 ton, lalu 2027 naik jadi 39 ton. Pada 2028 dan 2029 sekitar 43 ton,” ujarnya. 

Dengan produksi saat ini, Freeport mengasumsikan harga komoditas tetap tinggi. Dalam RKAB 2026 terbaru, harga emas diperkirakan mencapai 4.000 dolar AS (Rp 66,6 juta) per ounce, jauh di atas proyeksi lama 1.900 dolar AS. 

Dengan proyeksi itu, pendapatan PTFI tahun depan diperkirakan tidak jauh dari target awal, yakni 8,31 miliar dolar AS (Rp 138,49 triliun) dari target 8,52 miliar dolar AS (Rp 142 triliun). “Maka, pendapatan negara pada 2028-2029 diproyeksikan bisa melebihi 6 miliar dolar AS per tahun, atau hampir Rp 100 triliun per tahun,” tandasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.