Dark/Light Mode

Dorong Produksi Baja Rendah Emisi, Faisol Riza Kunjungi Fasilitas Tenova Di Italia

Jumat, 5 Desember 2025 18:35 WIB
Wamenperin Faisol Riza (jas oranye) saat melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova di Castellanza, Italia. (Foto: Dok. Tata Metal Lestari)
Wamenperin Faisol Riza (jas oranye) saat melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova di Castellanza, Italia. (Foto: Dok. Tata Metal Lestari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia didampingi Deputy Head of Mission Kedutaan Besar RI untuk Italia, Tika Wihanasari.

Kedatangan Wamenperin Faisol Riza diterima langsung CEO Tenova, Roberto Pancaldi, bersama jajaran pimpinan Tenova.

Kunjungan yang dilakukan mulai 2 Desember 2025 ini merupakan tindak lanjut dari undangan PT Tata Metal Lestari (TML) kepada pemerintah Indonesia untuk melihat langsung kapasitas teknologi mitra pabrikan mesin baja berlapis (coasted steel machinery) yang tengah dikembangkan.

Untuk itu Wamenperin Faisol Riza mengapresiasi inisiatif yang ditempuh Tata Metal Lestari dan Tenova.

“Kementerian Perindustrian mendukung penuh upaya peningkatan teknologi dan efisiensi energi di industri baja. Hal ini sejalan dengan Making Indonesia 4.0, serta Roadmap Jasa Industri 2025–2045 yang baru diluncurkan,” ujar Faisol Riza.

Baca juga : McD Indonesia Renovasi 44 Fasilitas Olahraga Sekolah Di 12 Provinsi

Ia berharap kerja sama strategis ini tidak hanya memperkuat kontribusi industri terhadap perekonomian nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara serta mempercepat pencapaian target dekarbonisasi nasional.

Sementara itu, CEO Tenova, Roberto Pancaldi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi pemerintah Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Tenova berkomiten memperkuat kemitraan strategis dengan Tata Metal Lestari dalam pengembangan teknologi baja rendah emisi.

“Kami berterima kasih atas kunjungan ini. Tenova berharap pemerintah Indonesia terus mendukung upaya kolaboratif kami bersama Tata Metal Lestari untuk mendorong terciptanya baja yang lebih ramah lingkungan sesuai misi keberlanjutan kami,” ujar Pancaldi.

Pancaldi menambahkan bahwa hubungan Tenova dengan industri baja Indonesia telah terjalin puluhan tahun.

Baca juga : PLN Perkuat Keandalan Listrik Tarakan Lewat Fasilitas Regasifikasi LNG

GM Manufacturing PT Tata Metal Lestari, Rendra Fernanda menerangkan, Tenova merupakan perusahaan teknologi global yang berada di bawah naungan Techint Group.

Rendra mengatakan, Perusahaan ini memiliki spesialisasi pada teknologi baja, hidrometalurgi, pirometalurgi, otomasi industri, serta solusi efisiensi energi dan dekarbonisasi.

Menurutnya, Tata Metal Lestari saat ini tengah membangun Continuous Galvanizing Line 2 (CGL 2) di fasilitasnya di Purwakarta dengan menggunakan teknologi utama dari Tenova.

Rendra menambahkan, ada beberapa poin penting yang ditawarkan oleh teknologi Tenova.

“Teknologi itu menawarkan Efisiensi termal tinggi dan konsumsi energi lebih rendah dan teknologi ini dapat membantu dalam penguatan kapasitas hilirisasi baja nasional," ujar Rendra dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Baca juga : Presiden Peduli Nasib Petani

Menurutnya, CGL 2 ini nantinya akan memproduksi baja BJLASM dan BJLAM dengan ketahanan korosi tinggi dan umur pakai lebih panjang sehingga dapat mendukung roadmap industri hijau Indonesia.

"Investasi TML tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada kualitas baja dan efisiensi emisi," pungkas Rendra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.