Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PHSS Optimalkan Migas Dondang untuk Perkuat Energi Nasional
Selasa, 2 Desember 2025 09:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui pengembangan area Dondang yang mencakup Lapangan Mutiara dan Pamaguan. Pengembangan ini berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional.
Sepanjang tahun 2025, area Dondang berhasil mencapai produksi harian 3.600 barel minyak dan 2 juta standar kaki kubik gas.
Angka ini menyumbangkan sekitar 40 persen produksi minyak dan tujuh persen produksi gas PHSS secara keseluruhan.
Kinerja produksi yang stabil ini dicapai berkat perencanaan matang dan penerapan inovasi teknologi artificial lift berupa Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL).
Baca juga : PSI Terus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Tapanuli Utara
Teknologi PCTGL terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas produksi minyak dari sumur-sumur dengan kondisi tekanan reservoir rendah atau kandungan gas yang kecil.
Penerapan teknologi ini telah dilakukan pada sebagian besar sumur di area Dondang untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan produksi tanpa menambah risiko operasi, sehingga memperpanjang umur produksi sumur.
Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menyatakan komitmen Perusahaan untuk mendukung swasembada energi nasional.
“Penerapan inovasi dan teknologi memainkan peranan penting dalam mempertahankan tingkat produksi migas Perusahaan sejalan dengan komitmen PHE dan PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi pembangunan dan masa depan Indonesia,” tuturnya.
Baca juga : Gelar Aluminium Talk, Inalum Perkuat Sinergi Dengan Pelanggan
Imam menambahkan, pengembangan area Dondang menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi lapangan yang menantang seperti vegetasi yang sangat rapat, sebagian lokasi di area badan air, hingga struktur reservoir yang tercacah-cacah akibat fenomena tektonik.
”Tantangan ini mendorong PHSS untuk menerapkan strategi operasi terintegrasi yang mengedepankan keselamatan, kepatuhan, serta lindungan lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, kondisi struktur reservoir yang tidak saling terkoneksi serta letak reservoir di bawah area badan air memerlukan desain sumur bor yang khusus.
”Kondisi ini memerlukan perencanaan yang komprehensif agar pengambilan sumber daya tersebut lebih maksimal,” ungkap Imam.
Baca juga : BRIN dan Danantara Perkuat Sinergi Riset untuk Dorong Hilirisasi Nasional
Sementara itu, Manager Subsurface Development Area 1 Zona 9, Magfirah Rajab, menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk mengoptimalkan perolehan migas.
“Evaluasi yang komprehensif terus dilakukan untuk mengoptimalkan perolehan Minyak dan Gas di Area 1 PHSS. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi dengan semua dinamika yang diharapakan dapat menjadi peluang untuk berinovasi sehingga target perusahaan dapat tercapai,” ujarnya.
PHSS berkomitmen melanjutkan strategi pengembangan area Dondang secara bertahap dan terukur, sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta berkolaborasi dengan SKK Migas dan pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan energi nasional.
PHSS berkomitmen menjaga operasi secara aman, andal, untuk mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya