Dark/Light Mode

PERURI Perkuat Aksi Turunkan Stunting Lewat Program Pangan Bergizi di Karawang

Jumat, 12 Desember 2025 18:38 WIB
Foto: Peruri.
Foto: Peruri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Stunting masih menjadi persoalan gizi serius di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi serta minimnya pengetahuan gizi keluarga.

Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya asupan protein pada balita, pola konsumsi kudapan yang tidak seimbang, dan praktik pemberian makan yang belum optimal di tingkat rumah tangga.

Menanggapi hal tersebut, PERURI kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Tinggi Protein bagi Balita Stunting.

Inisiatif ini telah menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PERURI selama tiga tahun terakhir dan dirancang untuk memperkuat intervensi gizi spesifik maupun sensitif bagi balita berisiko stunting, sekaligus memastikan keberlanjutan dampak positif di tingkat desa.

Baca juga : PKUA Perkuat Peran Holding Lewat Diversifikasi Multisektor

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi strategis antara PERURI, Program Studi Gizi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Pemerintah Desa Parungmulya, dan Puskesmas Ciampel.

Sinergi multipihak yang telah memasuki tahun ketiga ini kembali diresmikan pada Kamis (11/12/2025) di Kantor Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Desa Parungmulya menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan stunting di Kabupaten Karawang, mengingat hasil pemantauan menunjukkan masih adanya balita dengan kondisi gizi yang memerlukan perhatian khusus.

Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas jangka panjang, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa depan.

Baca juga : Pemerintah Perkuat Kepemimpinan Disabilitas Lewat Program Inklusi Nasional 2025

PERURI bersama perangkat desa, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah daerah seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKKBN berupaya mencegah pertumbuhan tidak optimal pada balita melalui serangkaian kegiatan.

Program tersebut meliputi sosialisasi dan studi pendahuluan, skrining kesehatan dan penyediaan obat, penyusunan serta pelatihan menu makanan, konseling gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi informasi kepada masyarakat.

Sebanyak 29 balita menerima manfaat dari Program Pemberian Kudapan Tinggi Protein ini. Mayoritas berasal dari keluarga dengan ayah yang bekerja sebagai buruh, sopir, ojek, atau pembantu, sementara para ibu umumnya merupakan ibu rumah tangga. Sebagian besar orang tua memiliki tingkat pendidikan maksimal SMP atau SMA.

Dawam H., Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL PERURI, menyampaikan bahwa makanan yang didistribusikan dalam program ini bukan sekadar kudapan, tetapi intervensi gizi yang telah dihitung secara presisi bersama tenaga ahli dari Unsika.

Baca juga : Danone Indonesia Perkuat Kolaborasi Bantu Korban Banjir di Sumatra

“Oleh karena itu, kami memohon komitmen penuh dari para orang tua agar bantuan ini benar-benar dikonsumsi oleh balita, sehingga dampak peningkatan gizinya dapat terlihat nyata,” ujar Dawam.

Melalui edukasi, pendampingan, dan penyediaan akses makanan bergizi, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam upaya menurunkan stunting di Desa Parungmulya.

Keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi dukungan semua pihak, guna mewujudkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.