Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Taiwan Perkuat Teknologi Industri RI lewat AI dan Kendaraan Listrik
Jumat, 5 Desember 2025 08:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Taiwan memperkuat posisinya sebagai pemain global di sektor teknologi manufaktur cerdas. Teranyar, Taiwan menggelar pameran Taiwan Smart Manufacturing Pavilion 2025 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta dari 3-6 Desember. Pada pameran ini, terdapat lebih dari 30 perusahaan terkemuka yang ambil bagian.
Mereka berlomba-lomba menampilkan beragam inovasi smart machinery, automasi industri, dan solusi teknologi hijau. Di mana, keseluruhan aspek tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan industri manufaktur modern C&T Solution misalnya.
Baca juga : Perluas Edukasi Crypto ke Industri Travel, PINTU Sambangi Kantor tiket.com
Product Marketing Manager C&T Solution, Jordy Alvaro Kurniawan mengatakan, perusahaannya menghadirkan solusi komputasi industri tangguh untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV). Mulai dari infrastruktur pengisian daya, manajemen energi, hingga mobilitas cerdas.
Portofolio produk C&T juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri 4.0 di sektor manufaktur, transportasi, energi, dan pengembangan smart city.
Baca juga : Kemenperin Genjot Mutu Industri Lewat Inovasi Dan Standar Kemasan
"Yang perlu kita perhatikan adalah tren besar AI (artificial intelligence) tidak lagi hanya berjalan di data center besar, tetapi mulai berpindah ke sisi pabrik. C&T mengidentifikasi tiga key driver yang mendorong perpindahan AI dari data center menuju lokasi pabrik, salah satunya adalah sektor in-vehicle applications—baik untuk mobil maupun truk,” kata Jordy di JIExpo, Rabu (2/12/2025).
Alvaro menyadari Indonesia terus mempercepat transformasi menuju industri 4.0. Di mana, industri otomasi dan pemanfaatan AI mulai diterapkan secara luas untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. "C&T Solution berkomitmen mendukung perusahaan manufaktur di Indonesia melalui teknologi yang andal dan inovatif agar mampu beradaptasi dan bersaing di era industri modern,” tambah Jordy.
Baca juga : Percepat Transformasi Digital Industri, RI Gandeng Jepang
Sekadar latar, sektor manufaktur merupakan pilar strategis ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 18,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menyerap hampir 18 juta tenaga kerja. Nilai tambah industrinya diproyeksikan mencapai 216,6 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025. Sehingga, menjadikan Indonesia pasar yang sangat potensial bagi penguatan teknologi industri.
Melalui roadmap Making Indonesia 4.0, pemerintah terus mendorong pengembangan industri kendaraan listrik, baterai, dan automasi industri. Dengan pengalaman lebih dari enam dekade dan ekosistem supply chain manufaktur yang komprehensif, Taiwan hadir menawarkan solusi praktis dan terukur untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekosistem produksi yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya