Dark/Light Mode

Peringati Hari Ibu, POGI Gaungkan Deteksi Dini Kehamilan Sejak Trimester Awal

Selasa, 23 Desember 2025 08:58 WIB
Ilustrasi. Seorang ibu hamil menjalani pemeriksaan USG sebagai bagian deteksi dini kehamilan demi memastikan kesehatan ibu dan janin sejak trimester awal. (Dok. Medrey)
Ilustrasi. Seorang ibu hamil menjalani pemeriksaan USG sebagai bagian deteksi dini kehamilan demi memastikan kesehatan ibu dan janin sejak trimester awal. (Dok. Medrey)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Ibu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menggaungkan pentingnya deteksi dini kehamilan sebagai langkah krusial melindungi ibu dan bayi. Melalui gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), POGI menegaskan pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama bukan pilihan, melainkan standar keselamatan.

“Banyak komplikasi kehamilan berkembang tanpa gejala. Jika tidak terdeteksi sejak awal, risikonya bisa fatal bagi ibu dan bayi,” ujar Prof. Dr. dr. Maisuri Tadjuddin Chalid, SpOG, SubSp.KFM, pengurus POGI sekaligus Ketua Pokja Penurunan Angka Kematian Ibu dan Stunting.

Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu di Indonesia masih 189 per 100.000 kelahiran hidup, dengan kematian bayi 17 per 1.000 kelahiran. Meski membaik dalam satu dekade terakhir, angka ini tetap tinggi di kawasan Asia Tenggara dan jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Banyak kasus, kata Prof. Maisuri, sebenarnya dapat dicegah lewat deteksi dini.

Baca juga : DPR Ingatkan Pentingnya Tingkatkan Keamanan Siber Nasional

Ia menjelaskan, sejumlah kondisi berbahaya—seperti anemia, preeklampsia, diabetes gestasional, hingga gangguan tiroid—sering tak menimbulkan keluhan di awal kehamilan. “Ibu bisa merasa sehat, padahal tekanan darah, gula darah, atau hemoglobinnya sudah bermasalah. Rasa aman semu ini justru berbahaya,” tegas Guru Besar Universitas Hasanuddin itu.

Karena itu, POGI mendorong pemeriksaan antenatal dimulai sejak trimester pertama dan dilakukan secara rutin serta berkualitas. Bahkan kehamilan yang tampak “berisiko rendah” tetap berpotensi berubah. “Setiap kehamilan punya risiko,” kata Prof. Maisuri, mengutip pula rekomendasi WHO tentang pentingnya identifikasi risiko sejak kunjungan awal.

Deteksi dini terbukti menurunkan angka kematian ibu, mengurangi perawatan bayi di NICU, serta lebih hemat biaya dibandingkan penanganan darurat di tahap lanjut. Intervensi cepat, tegasnya, menyelamatkan nyawa.

Baca juga : Pertamina Peringati Hari Jadi dengan Penghijauan Ratusan Hektare Lahan

Kepada ibu hamil, Prof. Maisuri mengingatkan tiga hal utama: mengenali faktor risiko sejak awal, memprioritaskan kunjungan antenatal meski merasa sehat, serta melakukan pemantauan mandiri untuk kehamilan berisiko tinggi—mulai dari tekanan darah, gula darah, hingga gerakan janin. “Perubahan sekecil apa pun di akhir kehamilan harus diperhatikan. Tindakan dini menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Dari sisi teknologi, dukungan diagnostik turut diperkuat. Mindray menghadirkan teknologi ultrasonografi kesehatan wanita, termasuk seri Nuewa I, untuk membantu mendeteksi komplikasi tersembunyi sejak dini. Fitur seperti Ultra Mikro Angiografi (UMA) memungkinkan visualisasi pembuluh darah mikro, sementara penilaian aliran darah resolusi tinggi membantu memprediksi risiko seperti preeklampsia sebelum gejala muncul.

“Deteksi dini adalah alat paling ampuh. Kami ingin memberi jawaban lebih cepat kepada klinisi agar komplikasi bisa dicegah sebelum memburuk,” kata Conan Chen, General Manager Mindray Indonesia.

Baca juga : Peringati Hari Disabilitas, Pertamina Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif

Menutup peringatan Hari Ibu, Prof. Maisuri mengajak seluruh elemen—pemerintah, masyarakat, hingga swasta—bergerak bersama dalam SPRIN. “Mendeteksi komplikasi sejak dini seperti memadamkan api kecil. Jangan tunggu sampai jadi kebakaran hutan. Menyelamatkan ibu berarti menyelamatkan bangsa,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.