Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Didukung Bank Penyalur Dan Pengembang
Penyaluran FLPP Tembus 278.868 Unit Rumah Di Akhir Tahun
Rabu, 31 Desember 2025 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Berkat kolaborasi antar ekosistem perumahan, penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Hingga penutupan tahun, realisasi FLPP mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun, melibatkan 40 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang.
Program ini tersebar di 13.249 kawasan perumahan yang dikelola 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Realisasi tersebut setara 79,68 persen dari target pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, meski belum mencapai target penuh, capaian 2025 merupakan yang tertinggi sejak FLPP digulirkan pada 2010.
Baca juga : Tonggak Pencapaian Pengendalian Penyakit Menular Dunia 2025
"Sebanyak 99,99 persen atau 278.865 unit merupakan rumah tapak, sisanya tiga unit rumah susun," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Dari sisi penerima manfaat, pekerja swasta masih mendominasi dengan 205.311 unit rumah atau 73,63 persen. Disusul wiraswasta 39.218 unit (14,06 persen), PNS 20.814 unit (7,46 persen), TNI/Polri 5.409 unit (1,94 persen), dan kelompok lainnya.
Dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan penerima manfaat cukup signifikan. PNS mencatat lonjakan tertinggi hingga 145,7 persen, wiraswasta tumbuh 58,7 persen, pekerja swasta naik 31,3 persen, dan TNI/Polri meningkat 36,9 persen.
Dari sisi perbankan, BTN masih menjadi penyalur terbesar FLPP dengan 132.744 unit rumah atau 47,60 persen. Posisi berikutnya ditempati BSI, BRI, BNI, Mandiri, serta bank penyalur lainnya.
Baca juga : Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan Dan Pemakaman Korban Kebakaran Ruko Terra Drone
Sementara dari asosiasi pengembang, REI menempati peringkat pertama dengan 117.680 unit rumah atau 42,20 persen, disusul APERSI, HIMPERRA, dan asosiasi lainnya.
Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penerima FLPP tertinggi sebesar 62.591 unit rumah atau 22,44 persen. Kabupaten Bekasi tercatat sebagai daerah penerima terbesar secara nasional dengan 14.702 unit rumah.
Untuk tahun 2026, Pemerintah menargetkan penyaluran FLPP kembali sebesar 350 ribu unit rumah dengan kebutuhan dana Rp37,1 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari DIPA, pengembalian pokok, serta saldo awal tahun.
Tak hanya itu, BP Tapera juga menyiapkan sejumlah strategi, antara lain meningkatkan porsi penyaluran bagi sektor nonformal menjadi 15 persen. Langkah ini diharapkan memperluas akses pembiayaan rumah bagi pekerja informal seperti ART, ojek online, dan pedagang kecil.
Baca juga : Tim Ekonom Bank Mandiri Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kisaran 5,1 Di Akhir Tahun
Selain itu, BP Tapera tengah menyiapkan diversifikasi produk FLPP melalui skema Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah, sesuai dengan regulasi yang disiapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya