Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari Pertama 2026, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Berjalan Mulus
Kamis, 1 Januari 2026 22:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi pada hari pertama tahun 2026 berjalan lancar sesuai dengan arahan pemerintah, dengan ratusan transaksi penebusan tercatat sejak detik awal pergantian tahun.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, sejak 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB hingga 00.30 WIB telah tercatat sebanyak 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Pupuk Indonesia menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani, bahkan sejak detik pertama pergantian tahun. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi industri pupuk untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Rahmad di Jakarta, Rabu.
Ia menyebutkan, penyaluran pupuk bersubsidi sejak awal tahun merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani, sekaligus memberikan kepastian distribusi pupuk tepat waktu untuk mendukung musim tanam.
Antusiasme petani terlihat di berbagai daerah. Suhaeri, petani asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, tercatat sebagai petani pertama yang menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026. Ia menebus pupuk urea dan NPK Phonska di kios resmi UD Aneka pada pukul 00.01 WIB melalui aplikasi i-Pubers.
Baca juga : Negara Amankan Tumpukan Batubara Ilegal di Kalimantan Timur
“Alhamdulillah penebusan mudah dan lancar, cukup pakai KTP dan bayar tunai. Terima kasih kepada Pemerintah, Kementerian Pertanian, dan Pupuk Indonesia,” kata Suhaeri.
Apresiasi serupa disampaikan Sarino, petani asal Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang mengaku sangat terbantu dengan dibukanya penebusan pupuk bersubsidi sejak dini hari.
“Kami sangat senang bisa menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 meskipun masih dini hari. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Pupuk Indonesia,” ujarnya.
Penebusan pupuk bersubsidi juga berlangsung di wilayah timur Indonesia. Fahchur Hamid, petani asal Telaga Sari, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengatakan penebusan perdana pada awal tahun berjalan tanpa kendala.
“Alhamdulillah, penebusan perdana 1 Januari 2026 berjalan lancar dan tidak ada kendala,” kata Fahchur.
Baca juga : Tanggapi Protes UMP 2026, Pramono: Jakarta Beri Subsidi Transportasi dan Pangan
Sementara itu, Sahrul, petani asal Cakranegara, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam menyediakan pupuk bersubsidi sejak awal tahun.
“Terima kasih kepada Pemerintah dan Menteri Pertanian yang telah menyediakan pupuk bagi petani sejak awal 2026,” ujarnya.
Pupuk Indonesia juga memastikan kesiapan stok dan distribusi guna mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. Per 1 Januari 2026, total stok pupuk nasional, baik subsidi maupun nonsubsidi, mencapai 1,04 juta ton dan siap disalurkan melalui jaringan ratusan gudang, jalur laut, serta distribusi darat ke seluruh titik serah.
Selain itu, sistem digital Command Center dan aplikasi i-Pubers memastikan proses penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi berjalan secara real-time, lancar, dan akuntabel, termasuk pada saat pergantian tahun, serta sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rahmad menambahkan, keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi sejak awal 2026 juga didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang memberikan kepastian penyaluran pupuk sejak awal tahun anggaran.
Baca juga : Saliba Percaya Diri Arsenal Bisa Borong 4 Gelar Musim Ini
“Melalui kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia dapat melaksanakan kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton untuk sektor pertanian dan perikanan,” katanya.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia akan terus menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan efisiensi industri pupuk agar harga tetap terjangkau bagi petani.
Penebusan pupuk bersubsidi pada awal 2026 tercatat berasal dari petani terdaftar di sejumlah wilayah, antara lain Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, NTB, serta Papua Selatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya