Dark/Light Mode

Pemprov Banten–Propan Raya Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Industri dan Vokasi

Jumat, 2 Januari 2026 09:49 WIB
Penandatanganan kerja sama antara APINDO dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten serta Komitmen Berinvestasi antara PT Propan Raya dengan Pemprov Banten. (Foto: Istimewa)
Penandatanganan kerja sama antara APINDO dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten serta Komitmen Berinvestasi antara PT Propan Raya dengan Pemprov Banten. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Banten Andra Soni memperkuat sinergi dengan dunia usaha. Bersama jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Andra melakukan kunjungan kerja ke PT Propan Raya sekaligus menandatangani nota kesepahaman dan komitmen investasi di Provinsi Banten. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.

Kedatangan Andra Soni disambut langsung Founder Propan Raya Hendra Adidarma, Chief Executive Officer (CEO) Propan Raya Kris Rianto Adidarma, serta Chief Human Capital Officer Propan Raya Renata Catur Yuliantanti. Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Banten, Ketua APINDO, jajaran manajemen, dan mitra strategis Propan Raya.

Agenda utama kunjungan tersebut meliputi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara APINDO dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. PKS ini menjadi dasar pengembangan Paint School, program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di industri cat dan pelapis.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Komitmen Berinvestasi di Banten antara PT Propan Raya dengan Pemerintah Provinsi Banten, serta Komitmen Berinvestasi di Banten antara PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Baca juga : Wamenkop: Kopontren Jadi Mitra Kopdes Merah Putih Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

CEO Propan Raya sekaligus Ketua Harian APINDO Banten Kris Rianto Adidarma menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan di Banten melalui pengembangan fasilitas produksi baru. Kata dia, Propan Raya melihat Banten sebagai wilayah strategis untuk pengembangan industri.

"Melalui rencana pembangunan plant ketiga Propan Raya, kami ingin meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih luas. Investasi ini juga kami arahkan untuk mendukung pengembangan teknologi dan produk yang berkelanjutan,” ujar Kris.

Andra Soni mengapresiasi komitmen investasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi Pemerintah Daerah dan pelaku industri menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja.

“Kami menyambut baik komitmen investasi yang dilakukan oleh Propan Raya dan para pelaku industri. Agenda ini menunjukkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja,” kata Andra.

Baca juga : Katup Hingga Manifold Buatan RI Siap Perkuat Industri Migas Nasional

Ia menegaskan, Pemprov Banten berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Andra juga mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan APINDO dan dunia usaha. Berdasarkan data Pemprov Banten, tingkat pengangguran masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Saya yakin APINDO akan memberikan dukungan penuh. Masyarakat Banten akan memiliki peluang yang lebih besar apabila dibekali kemampuan sesuai kebutuhan industri. Nota kesepahaman ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Andra menambahkan, sejumlah wilayah di Banten telah mengalami pemekaran dan memiliki banyak kawasan industri. Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada masuknya investasi.

“Tanpa investasi, sulit meningkatkan taraf hidup masyarakat, padahal potensi daerah sangat besar. Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap berbagai bentuk investasi,” tegasnya.

Baca juga : Tangani Bencana, Gubernur Sumbar Dorong Pembangunan Hunian Warga

Sementara itu, Ketua APINDO menjelaskan, pengembangan SMK vokasi merupakan tindak lanjut program APINDO Daya. Program ini bertujuan menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui APINDO Daya Vokasi, APINDO Daya Affiliator untuk pelatihan affiliate marketing, serta APINDO Daya Bina Desa yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi desa.

Menanggapi hal tersebut, Kris Rianto menambahkan, Propan Raya telah menginisiasi pengembangan SMK Vokasi MM2100 dengan prinsip pengelolaan independen dan keterlibatan langsung pelaku bisnis agar kurikulum selaras dengan kebutuhan industri. Perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik cat baru yang diharapkan menyerap tenaga kerja lokal di Banten.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ramah tamah dan audiensi di kantor pusat Propan Raya, dilanjutkan penyerahan plakat sebagai simbol kemitraan. Kunjungan ditutup dengan tur ke pabrik resin dan pusat laboratorium Alkindo Mitra Raya untuk meninjau langsung proses produksi dan inovasi teknologi.

Melalui kegiatan ini, Propan Raya menegaskan komitmennya berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia industri, serta penguatan iklim investasi berkelanjutan di Provinsi Banten.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.