Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini melemah 0,12 persen ke level Rp 16.800 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.780 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang tertekan dolar AS. Baht Thailand turun 0,02 persen, yen Jepang melemah 0,01 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, yuan China melemah 0,11 persen, sementara won Korea Selatan menguat tipis 0,01 persen.
Baca juga : Menguat Lagi, IHSG Dekati Level 9.000
Indeks dolar AS tercatat menguat 0,04 persen ke level 98,51. Di sisi lain, rupiah justru menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Rupiah menguat 0,14 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.585 dan naik 0,05 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp 11.271.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi penguatan dolar AS yang didorong data manufaktur Institute for Supply Management (ISM) Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.
Baca juga : Tertekan Dolar AS, Rupiah Melemah Ke Rp 16.766
“Namun pelemahan diperkirakan terbatas karena pelaku pasar masih menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia hari ini,” ujarnya.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya