Dark/Light Mode

Investasi Hilirisasi 2025 Tembus Rp 584,1 Triliun, Ini 4 Sektor Kontributornya

Kamis, 15 Januari 2026 20:48 WIB
Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 dan Januari-Desember 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: YouTube)
Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 dan Januari-Desember 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan, total realisasi investasi hilirisasi di sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai Rp 584,1 triliun. Angka ini mencakup 30,2 persen dari total realisasi investasi 2025, atau naik 43,3 persen dibanding tahun lalu.

Menurut dia, hilirisasi memiliki dampak ekonomi yang berlipat-lipat. Tak hanya mendorong penciptaan lapangan kerja, hilirisasi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, jika manufacturing-nya ada di Indonesia, kualitas sumber daya manusia lokal pun akan meningkat.

Baca juga : Alhamdulillah, Investasi 2025 Tembus Rp 1.905,6 Triliun, Sukses Lampaui Target

"Jadi, hilirisasi tak semata-mata untuk kepentingan ekonomi saja, tetapi juga untuk kepentingan yang lebih besar lainnya," ujar Rosan dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 dan Januari-Desember 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Berikut rincian sektor penyumbang realisasi investasi hilirisasi di tahun 2025:

I. Mineral & Batubara Rp 373,1 Triliun

  1. Nikel Rp 185,2 triliun
  2. Tembaga Rp 65,8 triliun
  3. Bauksit Rp 53,1 triliun
  4. Besi Baja Rp 39,2 triliun
  5. Timah Rp 11,3 triliun
  6. Lainnya Rp 18,5 triliun 

Baca juga : Defisit APBN 2025 Tembus 2,92 Persen, Purbaya: Ekonomi Tidak Morat-Marit

Kelompok lainnya ini terdiri dari pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal buton.

II. Perkebunan & Kehutanan Rp 144,5 Triliun 

  1. Kelapa sawit Rp 62,8 triliun
  2. Kayu log Rp 62,2 triliun
  3. Karet Rp 12,9 triliun
  4. Lainnya Rp 6,6 triliun

Kelompok lainnya ini terdiri dari pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel.

III. Minyak & Gas Bumi Rp 60,0 Triliun

  1. Minyak bumi Rp 41,7 triliun
  2. Gas bumi Rp 18,3 triliun

IV. Perikanan & Kelautan Rp 6,4 Triliun

Baca juga : Investasi Ekraf Melesat, Tembus Rp 132 Triliun Di Triwulan III 2025

Komoditas pada sektor ini mencakup garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.