Dark/Light Mode

Bicara di WEF Davos 2026

Menkomdigi: QRIS dan DEFA jadi Fondasi Ekonomi Digital ASEAN

Rabu, 21 Januari 2026 14:12 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keynote speech dalam WEF Fireside Keynote: New Pathways ASEAN Growth & Productivity, di Davos, Swiss, Selasa (20/01/2026). (Foto: Dok. Komdigi)
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keynote speech dalam WEF Fireside Keynote: New Pathways ASEAN Growth & Productivity, di Davos, Swiss, Selasa (20/01/2026). (Foto: Dok. Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa integrasi digital menjadi kunci utama untuk memperkuat daya saing negara-negara ASEAN di tengah ketatnya persaingan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss. Dalam kesempatan itu, Indonesia mendorong penguatan ekosistem ekonomi digital kawasan melalui integrasi sistem pembayaran lintas negara serta percepatan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Salah satu contoh konkret integrasi digital kawasan, kata Meutya, adalah implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini telah terhubung dengan sejumlah negara mitra di kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Baca juga : RI Mantapkan Diplomasi Investasi Ekonomi Global

“QRIS telah terhubung dengan sejumlah mitra di kawasan, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal ini mampu mengurangi hambatan, menekan biaya, serta memperluas akses ke pasar regional. Secara lebih luas, digitalisasi juga mendorong peningkatan produktivitas,” ujar Meutya, dalam sesi WEF Fireside Keynote: New Pathways ASEAN Growth & Productivity, Selasa (20/1/2026).

Meutya melihat, ASEAN saat ini berada pada momentum strategis untuk melangkah dari integrasi digital yang masih parsial menuju ekosistem digital kawasan yang utuh, interoperabel, dan berdaulat.

Menurutnya, DEFA menjadi platform penting untuk menyelaraskan standar digital antarnegara, memungkinkan layanan digital lintas batas, mengurangi fragmentasi kebijakan, serta memberikan kepastian regulasi bagi pelaku usaha di kawasan.

Baca juga : Bamsoet: Pemerintahan Prabowo Tutup 2025 dengan Fondasi Ekonomi Kian Kokoh

“ASEAN memiliki Digital Economy Framework Agreement yang menjadi sinyal bahwa ASEAN akan membangun integrasi digital, bukan sekadar menjadi pengikut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh negara anggota ASEAN serta mitra global guna memastikan transformasi digital kawasan berjalan cepat, aman, dan inklusif.

“Kami percaya ASEAN mampu bersaing secara global dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh negara anggota ASEAN,” pungkas Meutya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.