Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BI Gaet ISDA Dan Apuvindo Perkuat Aturan Main Derivatif Valas
Jumat, 23 Januari 2026 13:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan International Swaps and Derivatives Association (ISDA) serta Asosiasi Pelaku Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) menyelenggarakan Seminar Penguatan Kontrak Standar Penerapan Margin pada Transaksi Derivatif di Pasar Valuta Asing di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Seminar tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap komitmen reformasi pasar derivatif over-the-counter (OTC) G20, khususnya terkait penerapan kewajiban margin pada transaksi derivatif yang tidak dikliringkan melalui central counterparty (CCP).
Indonesia telah mengimplementasikan ketentuan penerapan margin untuk transaksi derivatif non-CCP melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.03/2023. Implementasi kebijakan itu dimulai pada September 2025 dengan fokus awal pada transaksi interbank Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Baca juga : BRI Insurance Perkuat Asuransi Kendaraan Lewat OTOMAXY
Sejalan dengan kebijakan tersebut, seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku pasar mengenai pentingnya penggunaan dokumentasi kontrak standar, seperti ISDA Master Agreement dan Credit Support Annex (CSA), sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan kewajiban margin.
Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Agustina Dharmayanti saat membuka seminar menegaskan bahwa penerapan dokumentasi kontrak standar merupakan elemen kunci dalam memperkuat kepastian hukum, meningkatkan efektivitas manajemen risiko, serta mendukung kelancaran implementasi kebijakan Non-Centrally Cleared Derivatives (NCCD), khususnya pada transaksi DNDF.
Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan agenda pendalaman Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) serta Blueprint Pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing 2030 (BPPU 2030) untuk membangun pasar keuangan nasional yang modern, transparan, dan resilien.
Baca juga : Dengan SAKEDAP, Perpusnas Perkuat Tata Kelola Serah Simpan Nasional
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari ISDA, yakni Head of Legal Asia Pacific Jing Gu, Head of Collateral Initiatives Amy Caruso, serta Associate General Counsel Asia Pacific Sonal Pattnayak. Selain itu, praktisi perbankan Arnaud Senechal dari JP Morgan Chase & Co. Hong Kong turut memberikan paparan.
Para narasumber membahas prinsip-prinsip utama dalam ISDA Master Agreement, struktur dan jenis dokumentasi CSA, serta aspek hukum dan operasional dalam penerapan margin, termasuk mekanisme pertukaran margin, substitusi kolateral, dan manajemen sengketa dengan mengacu pada praktik terbaik internasional.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan regulator, asosiasi, perbankan, serta PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang mengikuti seminar secara luring dan daring.
Baca juga : BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI Perkuat Ekspor Hingga Daya Saing Digital
BI menilai tingginya partisipasi peserta mencerminkan dukungan pelaku pasar terhadap upaya pendalaman pasar derivatif valuta asing yang aman, transparan, dan resilien, sejalan dengan agenda internasional serta arah pengembangan PUVA.
Ke depan, BI bersama APUVINDO akan terus memperkuat dialog dan kerja sama dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan guna mendukung implementasi kewajiban margin secara bertahap dan terukur sesuai perkembangan pasar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya