Dark/Light Mode

Jalin Kemitraan Dengan Investor Korsel, Jepang & China

Krakatau Steel Membangun Ekosistem Industri Terpadu

Rabu, 28 Januari 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan. (Foto: Instagram/akbardjohan.id)
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan. (Foto: Instagram/akbardjohan.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memastikan mendukung transformasi Kawasan Industri Krakatau (KIK) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cilegon, Banten. Oleh karena itu, perusahaan pelat merah itu, kini sudah tidak lagi hanya fokus memperkuat bisnis baja, tetapi membangun ekosistem industri terpadu.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan. Langkah itu, menurutnya, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat. 

“Kami tidak hanya fokus pada penguatan bisnis baja, tetapi juga membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Akbar dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026). 

Menurut Akbar, semangat go global Krakatau Steel kian nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal China juga telah bergabung untuk membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon. 

Baca juga : Pelaku UMKM Pahlawan Perekonomian Nasional

Bahkan dalam waktu dekat, investasi pabrik Electric Vehicle (EV) truck serta proyek strategis lainnya akan menyusul. 

Sebagaimana diketahui, Krakatau Steel Group tidak hanya bergerak di sektor industri baja, tetapi mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah joint venture dengan perusahaan Korea dan Jepang. 

Akbar yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) menegaskan, perseroan secara aktif mendorong transformasi Kawasan Industri Krakatau menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. 

Saat ini Krakatau Steel mengelola lahan sekitar 500 hektare (ha) yang akan diperluas secara bertahap hingga 2.000- 10.000 ha. 

Baca juga : Pemkot Depok Bongkar Jembatan Di Badan Air

“Kami yakin, status KEK akan memberikan insentif fiskal, kemudahan perpajakan, fasilitas kepabeanan, serta penyederhanaan perizinan yang signifikan bagi investor,” katanya. 

Untuk memperkuat kolaborasi, Krakatau Steel Group juga menggelar Krakatau Industrial Business Gathering 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (23/1/2026). 

Forum ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan industri, yang adaptif terhadap dinamika global dan mampu menangkap peluang investasi baru. 

“Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, serta kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor,” tegas Akbar. 

Baca juga : Borussia Dortmund Vs Inter Milan, Duel Demi Asa Setipis Tisu

Perseroan juga tengah menjalankan transformasi melalui Program KS Reborn dengan semangat Revolutionary Movements: Committed to Transform, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur. 

Melalui penguatan infrastruktur manufaktur terintegrasi, lanjut Akbar, Krakatau Steel Group berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam mendorong transformasi struktur ekonomi nasional yang lebih produktif, inklusif, dan kompetitif secara global. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.