Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Dirut Bursa Efek Mengundurkan Diri
Ketua OJK Mundur untuk Pulihkan Pasar
Sabtu, 31 Januari 2026 08:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pihak yang bertanggung jawab mengurus bursa saham ramai-ramai mengundurkan diri. Dimulai dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Setelahnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan tiga pejabat OJK lainnya, juga mundur. Mereka mundur agar pasar saham kembali pulih.
Iman Rachman mengundurkan diri Jumat (30/1/2026) pagi. Alasannya, sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi industri pasar modal Tanah Air yang terguncang.
"Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri," ujar Iman, saat konferensi pers, di Media Center BEI Jakarta, Jumat (30/1/2026) pagi.
Pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan hingga memicu trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham dua kali berturut-turut. IHSG pun sempat turun di bawah level 8.000.
Iman menyatakan, kondisi pasar modal saat ini telah membaik. Dia berharap, keputusan mundur ini menjadi pilihan terbaik bagi industri pasar modal Indonesia.
Jumat sore (30/1/2026), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I. B. Aditya Jayaantara menyusul mengumumkan pengunduran diri.
Sekitar dua jam kemudian, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyatakan mengundurkan diri.
Baca juga : Jokowi Ingin Tuntaskan Soal Ijazah di Pengadilan
Dalam keterangan resmi OJK, pengunduran diri tersebut telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan dan akan diproses lebih lanjut berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Mahendra menyatakan, pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah-langkah pemulihan yang diperlukan. Dia memastikan, pengunduran diri ini tidak memengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional.
Mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Mahendra Cs, untuk sementara waktu akan dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tata kelola yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan kebijakan, pengawasan, serta pelayanan kepada masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.
"OJK berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri jasa keuangan melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap proses kelembagaan," tulis keterangan resmi OJK.
Dampak dari keputusan ini pun langsung terasa. IHSG pada perdagangan Jumat (30/1/2026), ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke level 8.408,30. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 8.308,73 dan bergerak dalam rentang 8.167,16 hingga 8.408,30.
Penguatan IHSG ditopang kenaikan mayoritas saham. Sebanyak 576 saham mengalami kenaikan. Sementara, 205 saham turun dan 177 saham stagnan.
Secara keseluruhan, seharian kemarin, total volume transaksi mencapai 55,24 miliar saham dengan nilai Rp 41,61 triliun dan frekuensi 3,32 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.046 triliun.
Baca juga : Siapa Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Atau Jeffrie Geovanie?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin, mundurnya Dirut BEI dan para pejabat OJK tidak berdampak buruk bagi perdagangan saham. Baginya, keputusan tersebut justru menjadi sinyal positif. Pasar mulai pulih, investor kembali menaruh kepercayaan.
"Nggak ada dampak ke fiskal. Justru saya pikir ini sinyal positif," kata Purbaya, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Bendahara Negara ini menilai, investor justru akan melihat, Pemerintah merespons keruntuhan IHSG dengan cepat dan sungguh-sungguh. Ke depan, investor akan lebih yakin berinvestasi di pasar modal.
"Investor di pasar modal maupun di riil sektor melihat, kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, arah ke depan agak lebih baik. Jadi, mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI," kata Purbaya, optimistis.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan, Iman Rachman mundur atas keputusan sendiri, bukan arahan Pemerintah. Pemerintah tidak memiliki wewenang mengatur pergantian pejabat BEI.
"Itu kan kewenangan tersendiri," kata Prasetyo, di Jakarta, Jumat (30/1/2026). Prasetyo menyatakan, Pemerintah menghormati keputusan Iman sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kondisi pasar modal Indonesia.
Prasetyo menjelaskan, kebijakan yang diambil Pemerintah dalam menyikapi gejolak IHSG bertujuan mengatur agar bursa nasional dalam kondisi sehat, transparan, dan memenuhi kaidah bursa internasional yang diterapkan oleh negara-negara lain. Dia menjamin, perekonomian nasional memiliki fundamental yang kuat untuk meredam efek gejolak pasar modal. Peristiwa tertekannya bursa saham belakangan ini bakal dijadikan momentum Pemerintah meningkatkan kualitas regulasi ke depan.
Baca juga : Selama Ramadan, Tetap Diberikan: Ada MBG Reguler, Ada Makanan Kering
"Setiap peristiwa harus kita ambil hikmahnya. Peristiwa dua hari yang lalu ini kan kita ambil hikmahnya sebagai bagian dari kita menata regulasi ke depan," sambungnya.
Sementara, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengapresiasi langkah pengunduran diri pejabat terkait. "Supaya pasar kembali percaya terhadap regulasi yang ada di Indonesia," kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).
Pengunduran diri tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pemimpin di Indonesia sudah melek tuntutan publik. Saat ada masalah, sebelum dikeluarkan, mengundurkan diri lebih dulu.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menambahkan, pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab institusional sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal Indonesia. Hendra mengingatkan, meski IHSG pada akhir pekan ini menguat, namun masih bersifat teknikal dan belum mencerminkan pulihnya kepercayaan pasar secara fundamental. Investor cenderung menahan diri sambil menunggu kejelasan arah kebijakan BEI ke depan.
Ke depan, dia memproyeksikan, pergerakan IHSG masih akan fluktuatif. Penunjukan Direktur Utama BEI yang baru akan menjadi katalis penting yang mampu mengembalikan kepercayaan investor dan membawa pasar modal Indonesia menuju fase yang lebih transparan, kredibel, dan berdaya saing global.
"Pasar butuh figur pemimpin yang mampu memperkuat transparansi, memperbaiki tata kelola, serta menjawab ekspektasi lembaga indeks global seperti MSCI yang selama ini menyoroti isu free float dan kualitas likuiditas pasar Indonesia," pesan Hendra, dalam keterangannya. FAQ/DWI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya