Dark/Light Mode

Kilang Balongan Jadi Andalan 82 Persen Pasokan BBM Jakarta Hingga Jabar

Minggu, 1 Februari 2026 10:08 WIB
Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). (Foto Dok Pertamina)
Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). (Foto Dok Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasokan energi nasional tak jatuh dari langit. Ada kerja senyap, terukur, dan berlapis di balik terjaganya aliran BBM hingga Avtur ke berbagai penjuru Tanah Air. Salah satu simpul vitalnya ada di Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty Kilang Balongan, milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan.

Dari dermaga (jetty) khusus inilah, produk energi hasil olahan kilang Balongan—mulai BBM, Bahan Bakar Khusus (BBK), non-BBM hingga petrokimia—mengalir ke banyak wilayah. Fokus utamanya menopang kebutuhan energi Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa Barat.

Jetty Balongan bukan sekadar pelabuhan. Fasilitas ini menjadi urat nadi distribusi, tempat pemuatan rutin produk migas ke kapal tanker. Salah satunya pemuatan Avtur ke kapal Pertamina International Shipping (PIS) Cinta yang berlangsung Kamis (29/1/2026).

Kapal PIS melakukan refueling avtur di area Jetty Kilang Pertamina International Refinery Unit VI Balongan, Sukareja, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (29/01/2026).

Avtur Ke Indonesia Timur

Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan, Ahmad Reza, menyebut Avtur dari Balongan didistribusikan ke berbagai daerah. Bukan hanya Jakarta dan sekitarnya, tapi juga Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, hingga kawasan Indonesia Timur.

Baca juga : 52 RT & 17 Ruas Jalan Terendam, Banjir Jakarta Makin Parah

“Distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan di Terminal Khusus Balongan. Setelah seluruh proses selesai, kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan kami pastikan berjalan aman dan sesuai standar operasional,” ujar Ahmad Reza.

Saat ini, Kilang Balongan tercatat sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitasnya mencapai 150 ribu barel per hari, menghasilkan Gasoline, Gasoil, Avtur, serta produk non-BBM seperti Propylene dan LPG.

Pasokan Energi Jawa bagian Barat

Kilang ini menjadi penyangga pasokan energi Jawa bagian Barat. Sekitar 82 persen produksinya diserap Jakarta dan Jawa Barat. Sisanya didistribusikan ke daerah lain hingga ekspor produk Decant Oil.

Balongan juga diperkuat fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk, yang selanjutnya disalurkan ke dan dari kilang melalui pipa bawah laut.

Baca juga : Kerangka SPMF Didorong Jadi Acuan Pertanian Berkelanjutan Nasional

Terdapat tiga unit SPM dengan kapasitas berbeda. Fasilitas ini mampu melayani kapal tanker berukuran mulai dari 17.500 Dead Weight Ton (DWT) hingga 165.000 DWT. Bahkan, SPM terbesar mampu menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel minyak mentah, yang menjadi tulang punggung pasokan Kilang Balongan.

Kapal Tanker Dipantau GPS

Dalam proses distribusi, faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama. Seluruh pergerakan kapal tanker dipantau melalui sistem pelacakan berbasis GPS (Global Positioning System) untuk memastikan pengiriman berjalan tepat waktu serta meminimalkan potensi keterlambatan.

“Setiap tahapan distribusi kami lakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis. Tujuannya agar produk energi yang dikirim dapat sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan tetap berkualitas,” tegas Ahmad Reza.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, Kilang Balongan punya posisi strategis karena berdekatan dengan berbagai fasilitas energi Pertamina lainnya.

Baca juga : Sekop dan Cangkul Jadi Andalan Prajurit TNI Bersihkan Rumah Warga di Sumut

Mulai dari lapangan migas Pertamina EP (Exploration and Production) dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sebagai sumber pasokan bahan baku. Hingga penyaluran ke konsumen industri seperti PT Polytama Propindo, serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG ke masyarakat.

“Seluruh fasilitas ini saling terhubung, dari hulu hingga hilir. Ini bentuk optimalisasi infrastruktur Pertamina sekaligus komitmen kami menjaga pasokan energi untuk masyarakat Indonesia,” pungkas Baron.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.