Dark/Light Mode

Pengamat: Pasar Saham Akan Membaik, Ganti Direksi Bank Himbara Belum Perlu

Minggu, 1 Februari 2026 19:38 WIB
Pengamat perbankan dari UGM Paul Sutaryono. (Dok. Ist)
Pengamat perbankan dari UGM Paul Sutaryono. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat perbankan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Paul Sutaryono meyakini kondisi pasar saham nasional akan berangsur-angsur membaik. Perbaikan tersebut seiring langkah pembenahan yang tengah dilakukan oleh regulator dan pengelola bursa.

“Pasar saham akan membaik sejalan dengan perbaikan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” kata Paul kepada Rakyat Merdeka/RM.ID, Minggu (1/2/2026).

Paul mengingatkan, lembaga pemeringkat global MSCI telah memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi Indonesia untuk menuntaskan berbagai catatan evaluasi. Karena itu, OJK dan BEI diminta segera melakukan perbaikan secara konsisten dan menyeluruh.

“Evaluasi MSCI itu serius. OJK dan BEI harus bergerak cepat melakukan perbaikan,” ujarnya.

Menurut Paul, pasar modal Indonesia membutuhkan transformasi besar-besaran. Perubahan ini dinilai mendesak untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Baca juga : Rosan Tepis Isu Rombak Direksi Bank Himbara

“Market confidence itu kunci. Tanpa kepercayaan, pasar tidak akan sehat,” tegasnya.

Di tengah upaya pembenahan pasar modal tersebut, Paul menilai wacana pergantian direksi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) belum perlu.

Ia menjelaskan, lima bank Himbara, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI, telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Desember 2025.

“Kalau baru saja RUPS, artinya evaluasi direksi sudah dilakukan. Tidak ada alasan kuat untuk mengganti direksi,” ucapnya.

Paul juga menyinggung bantahan dari Danantara selaku super holding BUMN terkait isu pergantian direksi bank Himbara. Bantahan tersebut, menurutnya, semestinya cukup untuk meredam spekulasi yang bisa mengganggu psikologis pasar.

Baca juga : Rosan Pastikan, Tak Ada Rencana Rombak Direksi Bank Himbara

“Yang terpenting sekarang fokus pada pembenahan pasar modal. Kalau itu berjalan konsisten, kepercayaan pulih dan pasar saham akan ikut membaik,” pungkas Paul.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan tak ada agenda bongkar-pasang pimpinan bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Rosan menegaskan, hingga kini tidak pernah ada pembahasan di internal Danantara terkait perubahan komposisi direksi maupun komisaris bank BUMN. Isu yang beredar di ruang publik disebutnya tak memiliki dasar.

“Tidak ada. Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” tegas Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.

Penegasan tersebut sekaligus mematahkan spekulasi soal rencana perombakan jajaran direksi bank-bank pelat merah. Menurut Rosan, Danantara sebagai pemegang saham justru mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

Baca juga : Pengamat: Penertiban Tambang Ilegal Kerek Harga Timah Dunia

Ia menjelaskan, apabila di kemudian hari memang dibutuhkan perbaikan kinerja di level direksi, inisiatif tersebut lazimnya datang lebih dulu dari manajemen bank yang bersangkutan. Setelah itu, barulah dilakukan konsultasi dengan Danantara sebagai pemegang saham.

Namun, kondisi tersebut dipastikan belum terjadi saat ini. Hingga kini, tidak ada pembahasan terkait perombakan direksi maupun komisaris bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Tentunya kami akan selalu berkonsultasi apabila memang perlu ada perbaikan. Tetapi pada intinya sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” ujar Rosan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menegaskan stabilitas dan kelangsungan perdagangan di BEI tetap terjaga di tengah masa transisi kepemimpinan bursa. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan operasional maupun pengawasan.

Sikap tegas juga datang dari OJK. Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi memastikan praktik saham gorengan dan manipulasi harga akan diberantas. Penegakan hukum diperketat, pengawasan diperluas, dan transparansi kepemilikan saham diperkuat demi menjaga integritas pasar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.