Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Meski IHSG tertekan, Purbaya menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dan prospeknya membaik. Ia bahkan menilai kondisi saat ini sebagai peluang bagi investor.
“Kalau saya, saya akan serok ke bawah. Fondasi ekonominya masih bagus dan akan membaik ke depan,” katanya.
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tekanan IHSG juga disebabkan rebalancing portofolio investor. Selain itu, koreksi turut terjadi di pasar kawasan seiring pergerakan harga emas global.
Menurut Friderica, koreksi di pasar saham Indonesia terutama terjadi pada saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan cukup tinggi. “Saham-saham yang fundamentalnya bagus justru naik hari ini,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca juga : Gerindra Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
OJK bersama BEI memastikan akan terus menjaga perdagangan yang wajar dan teratur. Investor diimbau tetap tenang dan berorientasi jangka panjang dengan memilih saham berfundamental kuat.
Ketemu MSCI
Sebagai respons atas laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI), OJK bersama BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Danantara Indonesia menggelar pertemuan dengan perwakilan MSCI pada Senin sore.
Dalam pertemuan tersebut, regulator menyampaikan proposal solusi atas dua isu utama yang menjadi perhatian MSCI, yakni transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar.
Plt Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi mengatakan, kekhawatiran MSCI sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal yang telah diumumkan sebelumnya.
Baca juga : Dinikmati 60 Juta Orang, MBG Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja
OJK mengusulkan peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham, termasuk bagi pemegang saham dengan porsi di bawah lima persen, serta peningkatan granularitas klasifikasi investor di sistem KSEI.
Dari sisi likuiditas, OJK juga mengusulkan kenaikan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang akan diterapkan secara bertahap.
Hasan menilai diskusi dengan MSCI berlangsung konstruktif dan MSCI bersedia memberikan panduan teknis terkait metodologi penilaian indeks.
“Kami akan melakukan pembaruan secara berkala kepada publik dan berharap proposal ini dapat diterima,” katanya.
Baca juga : BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan Ke Segmen Konsumer Dan Ritel
Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir menilai langkah regulator Indonesia dalam membenahi pasar modal termasuk yang tercepat dibanding negara lain yang masuk cakupan MSCI.
Ia mengimbau pelaku pasar untuk tidak panik dan tetap mengambil keputusan investasi secara rasional.
“Saham-saham di Indonesia menarik karena ekonominya bagus dan valuasinya kompetitif,” ujar Pandu. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya