Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kadin: Konektivitas Jadi Kunci Kerja Sama Ekonomi di ABAC Meeting I 2026
Selasa, 3 Februari 2026 11:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya aspek konektivitas sebagai pilar utama kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Hal ini mengemuka menjelang penyelenggaraan APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 7-9 Februari mendatang.
Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ABAC Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan, posisi APEC sangat strategis bagi perekonomian nasional mengingat sembilan dari sepuluh mitra dagang utama Indonesia merupakan anggota forum ini.
"Secara keseluruhan, negara-negara APEC berkontribusi sekitar 70 persen dari total ekspor Indonesia," ujar Anindya dalam media briefing di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Baca juga : 9 Sinyal Kuat Ekonomi Indonesia, Modal Penting Pemerintahan Prabowo di 2026
Anindya menjelaskan bahwa tema ABAC 2026, yakni Openness, Connectivity, and Synergy, akan diterjemahkan melalui tiga pilar konektivitas utama: fisik, institusional, dan antar-masyarakat (people-to-people).
Konektivitas fisik berfokus pada infrastruktur lintas negara, sementara konektivitas institusional mencakup penguatan kerja sama antar-kawasan seperti ASEAN dan China.
"Yang terakhir adalah people-to-people, kebudayaan. Ini juga akan kita sajikan dalam opening dinner dan gala dinner, yang lebih mengedepankan people-to-people," jelas Anindya.
Rekomendasi Kebijakan dan "Legacy Project"
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menjelaskan bahwa ABAC memiliki sejumlah kelompok kerja yang fokus pada integrasi ekonomi, keberlanjutan, hingga digitalisasi.
Baca juga : Tata Kelola Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Khusus untuk sektor keuangan, Shinta menyoroti peluang pendanaan baru untuk transisi energi.
"Bagaimana kita melihat banyak sekali opportunity financing baru untuk energy transition, seperti blended finance dan lain-lain. Kita juga membangun ekosistem untuk expanded access kepada digital finance, serta mendorong regional integrated digital trade finance," tutur Shinta.
Indonesia juga mengusung sejumlah proyek warisan (legacy project), seperti Carbon Center of Excellence dan penguatan ekosistem kendaraan listrik (EV).
Hasil dari pertemuan ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan bagi para pemimpin negara APEC.
Baca juga : Menkop: Koperasi Akan Terlibat Pulihkan Ekonomi Sosial Daerah Bencana
"Konsepnya, dari dunia usaha kita bersama-sama memformulasikan masukan-masukan yang nantinya akan disampaikan kepada para pemimpin," pungkas Shinta.
Pertemuan di Jakarta ini merupakan pembuka dari rangkaian empat pertemuan ABAC 2026 yang akan berlanjut ke Meksiko, Thailand, dan berakhir di China.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya