Dark/Light Mode

Fundamental Solid, BNI Kantongi Laba Bersih Rp 20 Triliun di 2025

Selasa, 3 Februari 2026 15:57 WIB
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan (tengah) didampingi Direktur Risk Management David Pirzada (kiri) dan Direktur Finance and Strategy Hussein Paolo Kartadjoemena kanan berbincang sebelum menyampaikan paparan kinerja tahun 2025 di Gedung Grha BNI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/bar)
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan (tengah) didampingi Direktur Risk Management David Pirzada (kiri) dan Direktur Finance and Strategy Hussein Paolo Kartadjoemena kanan berbincang sebelum menyampaikan paparan kinerja tahun 2025 di Gedung Grha BNI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/bar)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses mengantongi laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20,0 triliun di sepanjang 2025.

Tak hanya itu, BNI juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) di sepanjang tahun 2025, yang didukung  ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat, tercermin dari struktur pendanaan berbasis dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang semakin solid, sehingga menopang efisiensi biaya dana di tengah dinamika pasar.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, tahun buku 2025, ditutup dengan kinerja fundamental keuangan yang solid di tengah penyesuaian arah kebijakan moneter global dan meningkatnya volatilitas ekonomi.

“Meski menghadapi tekanan eksternal tersebut, BNI mampu menjaga pertumbuhan kredit yang solid dan seimbang secara konsolidasi, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset yang konsisten,” kata Putrama dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).

Dia menyebut, capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

Di sepanjang 2025, BNI menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga.

“BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif," ujarnya.

Baca juga : Pendapatan Naik 2,1 Kali Lipat, Power Commerce Asia Fokus Akselerasi Brand di 2026

Putrama menegaskan, transformasi BNI tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi, tetapi juga mencakup penguatan organisasi dan peningkatan produktivitas secara menyeluruh.

Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor dan pemanfaatan data analytics, serta penguatan platform digital, guna meningkatkan kualitas layanan dan customer experience secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem perbankan nasional, BNI juga secara aktif mencermati perkembangan makroekonomi serta menerapkan langkah mitigasi yang terukur.

“Hal ini guna memastikan kebijakan strategis berjalan optimal, dan mendukung kesinambungan pertumbuhan jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan.

"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Paolo.

Dia menambahkan, pengelolaan neraca BNI sepanjang 2025 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat.

Fokus utama diarahkan pada penguatan pendanaan berbasis CASA. Hingga akhir 2025, pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen yoy sepenuhnya didanai oleh dana murah dengan pertumbuhan CASA sebesar 28,9 persen yoy.

Baca juga : Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026

Ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8 persen yoy dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2 persen yoy. Struktur pendanaan yang sehat tersebut menopang pengelolaan likuiditas secara optimal.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 20,7 persen, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi BNI dalam mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko.

Momentum akselerasi bisnis terlihat terutama di kuartal IV-2025 di mana BNI berhasil membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp 9,4 triliun.

Pencapaian PPOP ini merupakan tertinggi dibandingkan dengan tiga kuartal sebelumnya. Akselerasi PPOP di kuartal IV ini di-support dari pertumbuhan Net Interest Income (NII) dan Fee Based Income (FBI).

“Secara kumulatif 2025, NII dibukukan sebesar Rp 40,3 triliun, dengan loan yield yang tertekan sebagai dampak penurunan suku bunga acuan,” ujarnya. 

Kemudian, pendapatan non bunga tumbuh 5,2 persen yoy menjadi Rp 24,6 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.

Dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR).

NPL bruto tercatat sebesar 1,9 persen atau membaik 10 basis poin (bps) yoy, sementara LaR sebesar 8,5 persen yoy atau membaik 1,8 persen yoy.

Baca juga : Tumbuh 4,9 Persen, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 57,5 Triliun Di 2025

“Capaian tersebut, mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi,” ungkapnya.

NPL coverage ratio mencapai 205,5 persen dan LaR coverage ratio mencapai 46,9 persen, menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.

"Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular, serta penanganan kredit bermasalah secara dini,” ujar Paolo.

Paolo menambahkan, pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci untuk menjaga kualitas aset tetap terkendali.

“Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.