Dark/Light Mode

Summarecon Serpong Dan Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Koridor Timur-Barat

Rabu, 4 Februari 2026 17:03 WIB
Foto: Summarecon
Foto: Summarecon

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, menjajaki kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat di wilayah Banten, yang membentang dari Kembangan hingga Balaraja.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Summarecon dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai langkah awal integrasi kawasan dengan sistem transportasi massal.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi, dan turut diikuti perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya.

Nota Kesepahaman tersebut menjadi dasar awal kerja sama untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi interkoneksi dan integrasi kawasan. Proses tersebut akan dilakukan melalui diskusi, koordinasi, serta pertukaran data dengan PT MRT Jakarta.

Baca juga : BSMI Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Sumut

Dalam keterangannya, Summarecon menjelaskan bahwa MoU tersebut bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi landasan koordinasi awal sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Summarecon dalam membangun kota-kota terpadu yang berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh melalui integrasi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, serta infrastruktur pendukung.

Melalui MoU tersebut, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan—Balaraja, yang mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.

Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

President Director Summarecon Adrianto P Adhi mengatakan konektivitas transportasi publik merupakan fondasi penting dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

Baca juga : Pohon Berusia Ratusan Tahun Tumbang, Ganggu Layanan MRT dan Transjakarta

“Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal guna mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Adrianto, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan integrasi jaringan transportasi dengan kawasan akan menciptakan mobilitas yang lebih efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur menyampaikan bahwa Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang.

“Keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan menyatakan bahwa integrasi dengan MRT menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan sejak tahap awal.

Baca juga : Gandeng Persis Dan BP Tapera, BSI Siap Salurkan KPR Subsidi FLPP

“Summarecon Tangerang dirancang dengan visi jangka panjang agar sejak awal terhubung dengan transportasi massal, sehingga kawasan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, baik fungsi residensial maupun komersial,” ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan percepatan interkoneksi jaringan MRT membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Kami memahami bahwa kerja sama dengan pengembang swasta yang memiliki visi sejalan mutlak diperlukan untuk menghadirkan sistem transportasi publik modern yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Tuhiyat.

Ia mengapresiasi dukungan pengembang kawasan dalam mendukung pengembangan sistem transportasi massal sebagai bagian dari agenda peningkatan interkonektivitas antarkawasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.