Dark/Light Mode

Jelang Pengumuman Tarif Dagang

Airlangga Terbang Ke Amrik Dari Brazil

Selasa, 8 Juli 2025 07:36 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pengumuman tarif dagang baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (9/7/2025), Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto terbang ke Negeri Paman Sam untuk memonitor negosiasi perdagangan. 

Airlangga berangkat ke AS usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke17 BRICS di Rio de Janeiro, Brazil. 

Sebagaimana diketahui, BRICS merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Se latan, serta sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia. “Malam ini (saya berangkat ke AS),” ujar Airlangga saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Senin malam (7/7/2025).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto menyampaikan, Airlangga terbang dari Brazil sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan me nempuh perjalanan sekitar 15 jam. Jika sesuai rencana, Airlangga akan tiba di Washington pada Selasa (8/7/2025) pukul 12.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB. 

Baca juga : Jelang Pengumuman Tarif Dagang, Airlangga Terbang Ke Amrik Dari Brazil

Selama di AS, Airlangga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan United States Trade Representative (USTR), Menteri Perdagangan, Menteri Keua ng an. Namun demikian, jadwal perte muan masih bersifat tentatif. 

“Soalnya, beberapa perwakilan negara Kamis (3/7/2025). Dari total paket tersebut, sekitar 15,5 miliar dolar AS akan dialokasikan untuk pembelian komoditas energi, pertanian, dan investasi Indonesia di AS. Investasi ini akan melibatkan BUMN dan entitas nasional seperti Danantara. sudah menunggu di Amerika. Tim kita sendiri sudah seminggu berada di sana,” jelas Haryo. 

Sebelumnya, Airlangga telah me nyampaikan proposal akhir kepada pemerintah AS agar tarif resiprokal terhadap produk Indonesia bisa ditu runkan. Pemerintah bersama pelaku usaha Indonesia menawarkan paket pem belian komoditas dan investasi sebesar 34 miliar dolar AS, guna me nyeim bangkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang mencapai 19 miliar dolar AS. 

“Pembelian Indonesia terhadap produk Amerika ini bukan bersifat jangka pendek, tapi jangka panjang. Kalau kata Pak Presiden, ‘pak pok’. Jadi, trade deficit-nya 19 miliar dolar AS, tapi kita tawarkan pembelian yang jumlahnya lebih besar, yakni 34 miliar dolar AS,” ujar Airlangga di Jakarta, 

Baca juga : Elon Musk Umumkan Partai Baru, Namanya Partai Amerika

Sementara itu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan, tarif baru akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025. Ia mendesak negara ne gara mitra untuk segera membuat ke sepakatan. “Namun, Presiden saat ini masih menyusun ketentuan tarif dan kesepakatannya,” ujarnya. 

Ancaman Tambahan Tarif 

Trump juga mengancam akan me ngenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap negara-negara yang dianggap mendukung kebijakan anti Amerika dari kelompok BRICS. 

“Setiap negara yang memihak ke bijakan anti-Amerika, BRICS akan dikenakan tarif tambahan 10 persen. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tegas Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, Senin (7/7/2025). 

Baca juga : Erick Thohir Bahas Strategi Pemberian KUR Bareng Airlangga Dan Sri Mulyani

Trump tidak merinci lebih lanjut maksud dari kebijakan anti-Amerika tersebut. Namun, pernyataan itu muncul bertepatan dengan pelaksanaan KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brazil, Minggu (6/7/2025). Sebagai tandingan kelompok G7 yang dipimpin AS, BRICS kini mencakup 20 negara, terdiri dari 10 anggota inti dan 10 negara mitra, termasuk Indonesia. Secara kolektif, BRICS merepresentasikan 56 persen populasi dunia dan menyumbang sekitar 44 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.