Dark/Light Mode

Perkuat Industri, RI Tancap Gas Bangun Ekosistem Semikonduktor

Jumat, 30 Januari 2026 14:44 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menegaskan langkah strategis dalam membangun ekosistem industri semikonduktor nasional dengan menggelar forum internasional Indonesia Semiconductor Summit 2026 (ISS 2026) pada 29–30 Januari 2026 di ITB Bandung Innovation Park, Bandung, Jawa Barat.

Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, akademisi, serta mitra internasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global industri semikonduktor.

ISS 2026 dibuka oleh Chairman Indonesia Chip Design Collaborative Ecosystem (ICDEC) Prof. Trio Adiono yang menekankan dukungan pemerintah melalui kementerian terkait, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam mendorong riset serta pendidikan semikonduktor di Indonesia.

Menurut Trio, penguatan riset dan pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kedaulatan teknologi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor industri berbasis teknologi tinggi.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional Lewat Desain Chip

Forum internasional ini dihadiri oleh berbagai institusi global dan nasional, antara lain Asian Development Bank (ADB), Bavarian Chip Design Center Fraunhofer Jerman, High Tech NL Belanda, Arizona State University Amerika Serikat, ARM Inggris, Cadence Singapura, SilTerra Malaysia, serta sejumlah institusi dan perusahaan dalam negeri seperti Danantara, NICS Lab, Polytron, LEN, dan INTI.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi utama transformasi industri nasional dan kunci peningkatan daya saing Indonesia di era industri berbasis teknologi tinggi.

“Pengembangan industri semikonduktor telah kami lakukan sejak 2022 dan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur industri nasional. Pemerintah mendorong penguatan ekosistem dari hulu ke hilir, termasuk pengembangan sumber daya manusia, desain chip, peningkatan kapasitas industri, serta sinergi antara dunia usaha, riset, dan pendidikan secara berkelanjutan,” kata Agus.

Ia menambahkan penguasaan teknologi semikonduktor akan menopang berbagai sektor industri prioritas, mulai dari elektronik dan otomotif hingga industri berbasis digital dan energi.

Baca juga : Ketum HKI Ajak Perusahaan Semikonduktor Dunia Investasi Di RI

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arief Havas Oegroseno menekankan pentingnya diplomasi teknologi dan kerja sama internasional dalam membangun kedaulatan industri semikonduktor nasional.

“Rantai pasok semikonduktor bersifat global dan saling terhubung. Indonesia memandang kolaborasi internasional sebagai kunci, baik dalam pengembangan teknologi, investasi, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar Indonesia dapat berperan aktif dan kredibel dalam global value chain,” ujar Havas.

Dari sisi riset dan pengembangan, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman menegaskan riset dan pendidikan menjadi pondasi utama dalam mencetak talenta unggul di bidang semikonduktor, khususnya desain chip.

“Penguatan riset dan pendidikan adalah kunci untuk menyiapkan talenta nasional yang siap bersaing secara global. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan kapasitas desain chip dan inovasi teknologi semikonduktor,” katanya.

Baca juga : Tak Mau Cuma Merakit, RI Bidik Industri Semikonduktor Global

Indonesia Semiconductor Summit 2026 menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai isu, termasuk pengembangan talenta desain chip, kolaborasi riset dan pendidikan, transfer teknologi, serta peluang kemitraan industri semikonduktor dengan negara-negara mitra.

Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya membangun industri semikonduktor yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berdaya saing global sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.