Dark/Light Mode

Transformasi Chandra Asri Perkuat Industri Nasional

Rabu, 18 Februari 2026 09:12 WIB
Foto: Chandra Asri
Foto: Chandra Asri

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi bisnis yang dijalankan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan usaha dan ekspansi regional, tetapi juga berdampak pada penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Salah satu pilar utama transformasi tersebut adalah ekspansi regional melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, entitas Chandra Asri Group yang mengelola aset energi dan kimia di Singapura. Melalui Aster, perseroan memiliki eksposur pada pasar energi dan kimia yang lebih matang dan stabil, mencakup pengelolaan kilang, ethylene cracker, aset kimia hilir, hingga jaringan ritel bahan bakar.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai ekspansi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi regional sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.

“Akuisisi aset energi di Singapura melalui Aster dan pembangunan fasilitas petrokimia menunjukkan keseriusan Chandra Asri Group memperkuat posisi regional sekaligus mendukung hilirisasi nasional, yang ke depan dapat mengurangi ketergantungan impor dan memberi efek berganda bagi industri dalam negeri,” kata Miftahul di Jakarta, dikutip (18/2/2026).

Baca juga : Fatwa MUI Perkuat Aksi Atasi Sampah

Senada, Analis Pasar Modal Stocknow Hendra Wardana menilai diversifikasi geografis penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar. Menurut dia, pendapatan dari aset regional dapat menjadi penopang di tengah siklus industri petrokimia yang fluktuatif serta memperkuat kemampuan perusahaan mengelola risiko volatilitas harga energi.

“Langkah TPIA ini berpotensi menjadi katalis bagi penguatan struktur industri kimia dan energi domestik, khususnya dalam mendukung substitusi impor, efisiensi biaya bahan baku industri hilir, serta integrasi rantai pasok,” ujarnya.

Strategi tersebut tercermin dalam realisasi investasi domestik, salah satunya pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan sekitar 250 pekerja saat beroperasi.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun soda kaustik padat atau setara 827.000 ton dalam bentuk likuid, serta 500.000 ton per tahun Ethylene Dichloride (EDC). Dengan beroperasinya fasilitas ini, ketergantungan impor produk chlor alkali diperkirakan dapat ditekan hingga Rp 4,9 triliun per tahun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diekspor dengan potensi penambahan devisa hingga Rp 5 triliun per tahun.

Baca juga : Transformasi Marquez: Dari Agresif Ekstrem Kini Lebih Kalem

Produk CA-EDC sebagai bahan baku industri memiliki keterkaitan kuat dengan sektor hilir (forward linkage) dan dinilai mampu menciptakan multiplier effect signifikan, baik dalam penciptaan lapangan kerja lanjutan maupun penguatan pasokan bahan baku strategis nasional.

Selain ekspansi dan diversifikasi, TPIA juga melakukan peningkatan efisiensi operasional melalui optimalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi, serta integrasi aset guna menekan struktur biaya dan meningkatkan produktivitas.

Miftahul menilai prospek kinerja TPIA ke depan cukup menjanjikan, dengan catatan eksekusi ekspansi berjalan sesuai rencana, sinergi aset terealisasi, dan efisiensi operasional terjaga. Rencana pembelian kembali (buyback) saham juga dinilai menjadi sentimen positif bagi perseroan.

Hendra menambahkan kinerja TPIA berpotensi terus membaik seiring kontribusi aset baru, optimalisasi sinergi antar lini usaha, serta perbaikan margin ketika siklus industri petrokimia global kembali menguat.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga IT Pontianak Perkuat Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Transformasi dan ekspansi regional yang dilakukan TPIA dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika pasar global sekaligus mendukung agenda hilirisasi dan ketahanan energi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.