Dark/Light Mode

Disajikan Langsung Oleh Bulog, Importir Arab Nikmati Beras Kita Yang Pulen

Kamis, 19 Februari 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Bulog)
Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Bulog)

 Sebelumnya 
Ia menekankan, penggunaan beras Indonesia bertujuan menjaga kesehatan dan daya tahan jamaah, mengingat selera konsumsi yang lebih sesuai dengan karakter pangan nasional. 

“Jamaah kita terbiasa mengkonsumsi nasi pulen khas Indonesia. Dengan menghadirkan beras nasional, diharapkan asupan gizi dan stamina jamaah selama menjalankan ibadah haji dapat terjaga dengan lebih baik,” tambahnya. 

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyepakati rencana ekspor Beras Haji Tahun 2026, yang diusulkan Perum Bulog

Rizal mengaku, proses produksi beras premium untuk ekspor telah berjalan, termasuk pengujian laboratorium, sertifikasi halal, penyiapan kemasan, serta penjajakan mitra forwarder untuk pengiriman ke Jeddah, Arab Saudi. 

Baca juga : Mendag Telusuri Pasar Yang Kerek Harga Ayam

Rizal membeberkan, beras yang akan diekspor menggunakan spesifikasi premium dengan standar mutu tinggi, dengan tingkat pecahan hanya 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. 

Pihaknya menargetkan, pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada minggu ketiga Februari 2026, sesuai permintaan yang telah disepakati. 

Ia menekankan, ekspor beras haji bukan semata bernilai komersial, tetapi memiliki makna strategis bagi bangsa. 

Untuk itu, melalui dukungan Kemenko Pangan, Bapanas (Badan Pangan Nasional), Kementerian Haji dan Umrah, serta kementerian dan lembaga terkait, ekspor Beras Haji 2026 diharapkan menjadi tonggak diplomasi pangan Indonesia, memperkuat reputasi nasional di pasar global. 

Baca juga : Ayo Perbaiki Jalan Secara Permanen, Bukan Ditambal

Pihaknya juga telah menghadiri pertemuan strategis di Annex Building Kantor Urusan Haji Indonesia, Jeddah, bersama Kementerian Haji dan Umrah, serta BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) Limited, pada Kamis (12/2/2026), guna membahas optimalisasi layanan konsumsi jamaah. 

Adapun, BPKH Limited adalah anak perusahaan BPKH, yang berkedudukan di Arab Saudi dan didirikan pada 2023. 

Dalam pertemuan itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi menyampaikan, kerja sama lintas sektor ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan haji. 

“Kami mendorong sinergi Bulog dan BPKH Limited untuk memastikan kualitas layanan konsumsi, tata kelola hotel, serta optimalisasi nilai ekonomi yang tetap berorientasi pada kenyamanan jamaah,” ujar Jaenal dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026). 

Baca juga : Vinicius Dikatain Monyet, Mourinho Diusir Wasit, Benfica Panas Ditekuk Madrid

Menanggapi rencana ekspor beras haji, Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menyambut positif langkah tersebut, lantaran hasil produksi beras dalam negeri tengah melimpah. 

“Selama tidak menganggu kebutuhan konsumsi dalam negeri, seharusnya sih nggak ada masalah kalau mau ekspor,” kata Krisna kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.