Dark/Light Mode

Besok, Prabowo-Trump Bicara Soal Tarif Dagang

Rabu, 18 Februari 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025) lalu. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025) lalu. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2/2026). Pertemuan bilateral tersebut akan membahas kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk penandatanganan kesepakatan tarif dagang kedua negara. 

Prabowo memulai lawatannya ke Negeri Paman Sam pada Senin (16/2/2026). Kepala Negara lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Washington menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelum melakukan kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/2/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Baca juga : Imlek Dan Awal Puasa, MBG Libur Sementara

“Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan AS serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi, termasuk sejumlah perundingan dan perjanjian dagang,” demikian unggahan akun Instagram Sekretaris Kabinet, Senin (16/2/2026).

Sebelum bertolak ke AS, Prabowo mengumpulkan sejumlah menteri ekonomi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Dalam pertemuan itu, Prabowo memberikan dua arahan. Pertama, memastikan posisi Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan pihak mana pun, khususnya dengan AS dalam waktu dekat, merupakan posisi terbaik dan paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. 

Baca juga : Dipastikan Kejagung, Temuan Uang Rp 920 M Di Rumah Pejabat Pajak Hoax

Kedua, Prabowo menekankan, agar setiap perundingan mampu meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat rantai pasok global (global supply chain). 

“Pertemuan membicarakan pembaruan perundingan Indonesia–AS dan disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan hadir di AS pada 19 Februari. Di sekitar tanggal tersebut direncanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya, Senin (16/2/2026). 

Haryo menambahkan, rangkaian kegiatan juga mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan AS sebagai bagian dari agenda penandatanganan ART antara kedua kepala negara. 

Baca juga : Perkuat Struktur Di Kabupaten Dan Kota, PKB Sulsel Petakan Calon Pimpinan DPC

Secara substansi, negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.