Dark/Light Mode

BI Komitmen Dukung Pemerintah

Purbaya: Penempatan Dana Rp 200 T Diperpanjang 6 Bulan, September Dievaluasi

Senin, 23 Februari 2026 12:12 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026). (Foto: YouTube)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah akan memperpanjang masa penempatan dana Rp 200 triliun di perbankan domestik hingga enam bulan ke depan, setelah masa jatuh tempo 13 Maret 2026. 

"Penempatan Rp 200 triliun yang jatuh tempo pada 13 Maret mendatang, akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Bank tidak perlu khawatir dengan likuiditas, karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas pasar. Kami berharap, bank bisa lebih semangat mencari debitur, dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian," papar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).

Perpanjangan penempatan dana Rp 200 triliun itu kemudian akan dievaluasi kembali pada September mendatang, atau enam bulan setelahnya.

Baca juga : IKPI Komitmen Jadi Mitra Strategis Pemerintah Perkuat Sistem Perpajakan Nasional

"Harapannya, ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program strategis pemerintah sudah semakin terlihat hasilnya. Danantara sudah semakin berperan, dan dana non resident sudah semakin banyak banyak amsuk ke Indonesia dengan kinerja ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik," tutur Purbaya.

BI Komitmen Mendukung Pemerintah

Purbaya menjelaskan, sejak penempatan dana pada September 2025 hingga memasuki Februari 2026, strategi fiskal dengan penempatan dana Rp 200 triliun yang terus dikoordinasikan dengan strategi moneter Bank Indonesia, terbukti konsisten mendukung likuiditas.

M0 (uang inti/primer) yang merupakan ukuran paling likuid dari jumlah uang beredar, mencakup uang kertas dan koin yang beredar fisik serta simpanan bank sentral (cadangan), tumbuh 11,7 persen pada awal Februari 2026. Purbaya meyakini, pertumbuhan M0 ini akan memberikan ruang bagi kredit, untuk tumbuh double digit.

Baca juga : Komisi IX DPR Dukung Pemerintah Fokus Penuhi Tenaga Medis Spesialis

"Pertumbuhan M0 akan tetap dijaga double digit. Dalam hal ini, Bank Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah," tegasnya. 

Purbaya menyebut hasil koordinasi fiskal-moneter nyata dirasakan. Kredit yang tumbuh 10 persen pada Januari 2026 dengan suku bunga kompetitif, merupakan salah satu indikator. Suku bunga kredit turun ke angka 8,80 persen per Januari 2026, dibanding Agustus 2025 yang berada di level 9,12 persen. 

"Komitmen koordinasi kebijakan yang disepakati dengan BI akan dijaga. Kami sudah bertemu Gubernur BI pada Jumat pekan lalu, untuk konsolidasi kebijakan," ujar Purbaya.

Baca juga : Mensesneg: Pemerintah Terbuka Terima Masukan Akademisi, Bersurat - Berdiskusi

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.