Dark/Light Mode

Kunjungi Georgetown University

Anindya Bakrie Targetkan Perusahaan Indonesia Masuk Fortune 500

Senin, 23 Februari 2026 21:06 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Danantara Indonesia saat kunjungan resmi ke Georgetown University, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Foto : Ist)
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Danantara Indonesia saat kunjungan resmi ke Georgetown University, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Danantara Indonesia memperkuat langkah diplomasi ekonomi global melalui kunjungan resmi ke Georgetown University.

Agenda ini berlangsung di School of Foreign Service dan McDonough School of Business, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Rombongan Kadin dan Danantara disambut langsung oleh Dekan School of Foreign Service, Joel Hellman. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring internasional dunia usaha Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan global merupakan langkah penting untuk mendorong lahirnya korporasi nasional berkelas dunia.

Baca juga : Ignite by Igloo Targetkan Pertumbuhan Tiga Kali Lipat Pada 2026

Menurut Anindya, kehadiran Kadin di Georgetown University sekaligus memperkuat peran Kadin Global Engagement Office (GEO) sebagai jembatan kerja sama internasional. Target jangka panjangnya adalah mendorong perusahaan Indonesia mampu bersaing di level global, termasuk masuk dalam daftar Fortune 500.

“Di sini kita memperjuangkan bagaimana Kadin Global Engagement Office (GEO) dapat bekerja sama dengan institusi global untuk melahirkan perusahaan-perusahaan Indonesia kelas dunia ke depannya,” ujar Anindya dalam keterangan persnya, Senin (23/2/2026).

Anindya juga menyoroti momentum penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menilai kesepakatan tersebut harus diikuti langkah konkret agar berdampak nyata pada peningkatan perdagangan dan investasi.

“Perjanjian ini harus dimaksimalkan supaya perdagangan dan investasi benar-benar terjadi di Indonesia dan membawa kesejahteraan bagi pekerja serta masyarakat luas,” tegasnya.

Baca juga : PKB Dukung Diplomasi Prabowo, Termasuk Peran Indonesia di BoP

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta W. Kamdani, menyebut hubungan Indonesia–Amerika Serikat saat ini berada pada fase krusial.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pendalaman kerja sama pascakepakatan dagang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh industri nasional serta terintegrasi dalam rantai pasok global.

“Kesepakatan ini perlu ditindaklanjuti agar bisa dimanfaatkan industri di Indonesia. Georgetown juga berpotensi menjadi knowledge partner Kadin GEO untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional,” ujar Shinta.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Syahrir, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membawa konsep Indonesia Incorporated ke panggung global.

Baca juga : Universitas Trisakti Gelar PKM Pemberdayaan Koperasi Merah Putih di Ciambar

“Kolaborasi antara Danantara dan Kadin GEO ini krusial untuk menerjemahkan dampak positif Agreement on Reciprocal Trade bagi para pengusaha Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.