Dark/Light Mode

19 Tahun Pertagas: Perkuat Infrastruktur Energi Menuju Indonesia Emas

Selasa, 24 Februari 2026 11:34 WIB
19 Tahun Pertagas: Perkuat Infrastruktur Energi Menuju Indonesia Emas

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki usia ke-19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) memperkuat komitmennya sebagai penggerak infrastruktur energi nasional.

Melalui penguatan jaringan transmisi gas dan minyak, anak usaha Subholding Gas Pertamina ini berupaya memastikan ketahanan pasokan energi guna mendukung hilirisasi industri dan kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring menjelaskan, selama hampir dua dekade, perusahaan telah membangun dan mengelola jaringan pipa transmisi gas sepanjang 2.730 kilometer (km) serta 605 km pipa transmisi minyak.

Infrastruktur ini menjadi tulang punggung bagi berbagai industri strategis, mulai dari pupuk, petrokimia, hingga pembangkit listrik.

Baca juga : Pengamanan Berlapis Jadi Tameng Ketahanan Infrastruktur Digital Nasional

“Energi yang kami salurkan menyalakan rumah tangga, menggerakkan industri, membuka lapangan kerja, dan menjaga ekonomi tetap berjalan. Itulah makna keberadaan Pertagas bagi masyarakat,” ujar Indra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Sepanjang tahun 2025, Pertagas mencatat kinerja operasional yang positif. Volume transportasi gas bumi melampaui 1.590 million standard cubic feet per day (MMSCFD) atau tumbuh 4 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara itu, volume transportasi minyak mencapai lebih dari 174.000 barrels of oil per day (BOPD), meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya.

Ekspansi Infrastruktur

Guna mendukung pemerataan energi, Pertagas terus menjalankan sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah.

Baca juga : Gibran: Ponpes Kekuatan Masa Depan Indonesia

Di Sumatra Utara, pengoperasian Pipa Arun-Belawan dan pengembangan Pipa Extension Sei Mangkei memperkuat pasokan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Di Jawa Barat, proyek pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) Cikampek-Plumpang sepanjang 96 km tengah disiapkan untuk memperkuat logistik energi dan menurunkan biaya distribusi.

Sementara itu, di Aceh, revitalisasi fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Arun terus didorong untuk meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.

Menurut Indra, peran gas bumi sebagai energi transisi sangat vital dalam mendukung dekarbonisasi nasional.

Baca juga : Mandiri Institute: Ada Momentum Perbaikan Tenaga Kerja, Struktur Ekonomi Menguat

Langkah ini sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi industri.

“Menuju Indonesia Emas 2045, energi harus hadir secara merata, aman, dan berkelanjutan. Pertagas akan terus berinovasi agar energi benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan rakyat,” kata Indra.

Atas capaian kinerja dan komitmen keselamatan kerja tersebut, Pertagas meraih Penghargaan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) 2025 sebagai badan usaha pengangkutan gas bumi terbesar dan terbaik.

Perusahaan juga mengantongi predikat Safety Bintang 5 dan Penghargaan Keselamatan Migas 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.