Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman Sampai April
Rabu, 4 Maret 2026 20:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tetap aman dan terjaga di tengah penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor batu bara.
Penataan RKAB dilakukan untuk menyelaraskan rencana produksi dengan kebutuhan pasar, baik domestik maupun global, sekaligus menjaga stabilitas harga.
Langkah ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara volume produksi dan nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Baca juga : Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Selama Ramadan & Idul Fitri 2026
"RKAB untuk batu bara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batubara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus," ujar Bahlil saat menyampaikan Keterangan Pers di Jakarta, Selasa (3/3).
Bahlil menjelaskan, Indonesia saat ini memproduksi sekitar 43 persen dari kebutuhan batu bara dunia yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton.
Namun, harga di pasar global justru mengalami penurunan karena ditentukan oleh mekanisme pasar internasional, bukan sepenuhnya oleh produsen domestik.
Baca juga : Beras AS Untuk Restoran Bukan Konsumsi Umum
"Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand,(faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang," terang Bahlil.
Ia menegaskan, sumber daya alam merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab demi menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Aktivitas penambangan, kata dia, tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan harus dilaksanakan secara cermat dan bijaksana dengan mempertimbangkan keseimbangan antara nilai ekonomis dan kelestarian lingkungan.
Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Mudik Lebaran
Untuk kebutuhan domestik, khususnya pasokan bagi pembangkit listrik, penataan RKAB dilakukan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk PLN.
"Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue," jelasnya.
Pemerintah terus memantau pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dengan memperhatikan kualitas dan harga yang ekonomis, agar kebutuhan dalam negeri terjamin serta pelaku usaha tetap memperoleh harga yang layak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya