Dark/Light Mode

Rencana Buyback Saham BBNI Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik

Minggu, 8 Maret 2026 14:18 WIB
Foto: Dok. BNI
Foto: Dok. BNI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI berencana untuk melakukan Pembelian Kembali (Buyback) saham beserta rencana pengalihan saham hasil Buyback.

Nilai transaksi buyback BBNI diperkirakan sebesar-besarnya Rp905,48 miliar. Transaksi Buyback tersebut tidak melebihi 10 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dalam BBNI, yang berasal dari arus kas bebas (free cash flow) berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi berpendapat Buyback BBNI berpotensi memberi efek positif bagi sektor perbankan, terutama dari sisi sentimen, valuasi, dan stabilitas pasar.

Ketika BNI membeli kembali sahamnya, manajemen mengirim pesan yang kuat bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan.

Baca juga : Hoaks Program MBG Marak, Analis Ingatkan Risiko Krisis Kepercayaan Publik

"Pesan ini penting karena saham bank besar sering menjadi acuan bagi investor dalam menilai kesehatan sektor keuangan. Jika pasar melihat BBNI berani melakukan buyback di tengah tekanan global, pasar dapat membaca bahwa industri perbankan nasional masih memiliki modal yang kuat, kualitas aset yang terjaga, dan prospek laba yang tetap baik," kata Syafruddin dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Syafruddin menambahkan, efek langsung jika terjadi Buyback akan terlihat pada berkurangnya tekanan jual, meningkatnya keyakinan investor institusional, serta terbukanya peluang rerating valuasi pada saham bank.

Sementara untuk efek tidak langsungnya juga penting, karena ketika saham bank besar lebih stabil, IHSG ikut mendapat penopang karena sektor perbankan memiliki bobot besar dalam indeks.

Dalam konteks itu, buyback BBNI tidak hanya mendukung harga satu emiten, tetapi juga membantu menjaga persepsi bahwa perbankan Indonesia layak dipercaya sebagai penyangga pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Kakorlantas Polri Sosialisasikan Keselamatan Mudik Lewat Lagu

"Langkah buyback juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, jika publik memahami bahwa aksi ini lahir dari kekuatan fundamental, bukan dari kepanikan. Masyarakat akan lebih percaya kepada bank yang menunjukkan keyakinan terhadap kondisi internalnya sendiri," ujarnya.

Saat BNI menyatakan bahwa modal cukup, arus kas kuat, kualitas aset tetap terjaga, dan pertumbuhan bisnis masih berjalan, lalu pernyataan itu diikuti tindakan nyata melalui buyback, publik menerima sinyal konsistensi yang memperkuat kepercayaan.

Dalam industri perbankan, kepercayaan memegang peran utama karena bank menjual rasa aman, bukan hanya produk keuangan.

Buyback memang tidak otomatis mengubah persepsi seluruh masyarakat dalam waktu singkat, tetapi langkah ini bisa memperkuat citra bahwa bank besar nasional masih solid di tengah gejolak pasar.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perbarui SPBU, Tingkatkan Layanan dan Kenyamanan Pelanggan

"Jika didukung komunikasi yang jernih, transparansi yang kuat, dan kinerja yang tetap sehat, buyback BNI dapat memperluas keyakinan bahwa perbankan Indonesia sedang menunjukkan daya tahan," pungkasnya.

Tercatat harga saham BNI hanya naik 0,5 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.