Dark/Light Mode

Tinjau Bencana Tanah Bergerak Di Tegal, Wapres Gibran Pastikan Keselamatan Warga

Jumat, 6 Februari 2026 16:13 WIB
Wapres Gibran Rakabuming saat meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026). (Dok. Setwapres)
Wapres Gibran Rakabuming saat meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026). (Dok. Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta penanganan pengungsi berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Kunjungan Wapres sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan penanganan bencana harus mengutamakan kecepatan respons, ketepatan distribusi bantuan, serta keberpihakan penuh kepada masyarakat terdampak.

Menggunakan Helikopter Kepresidenan VVIP Super Puma, Wapres bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Helipad Lapangan Desa Talok. Setibanya di Tegal, Wapres langsung menuju Posko Pengungsi Majelis Az Zikir wa Rotibain untuk meninjau kondisi pengungsi, fasilitas penampungan, serta distribusi logistik.

Tak hanya itu, Wapres turun langsung ke area terdampak dengan mengendarai sepeda motor guna melihat kondisi tanah yang masih labil. Di hadapan warga, Gibran meminta masyarakat tidak kembali ke rumah masing-masing demi keselamatan jiwa.

Baca juga : Angga Raka Tegaskan, Diplomasi Prabowo Selalu Utamakan Kepentingan Nasional

“Saya lihat langsung, aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya. Saya minta Bapak-Ibu jangan paksakan kembali,” tegasnya.

Wapres juga menjamin percepatan pengurusan dokumen penting warga yang hilang akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga.

“Nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak-Ibu tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Secara khusus, Gibran menitipkan penanganan kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan difabel kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Ia meminta layanan kesehatan dan kebutuhan dasar tersedia 24 jam di posko pengungsian.

Baca juga : Kilang Balongan Jadi Andalan 82 Persen Pasokan BBM Jakarta Hingga Jabar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memastikan warga yang mengungsi akan direlokasi ke hunian yang lebih aman dan telah disiapkan pemerintah. “Sudah kami siapkan rumahnya, gratis, tidak perlu bayar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tegal melaporkan sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya rusak berat. Total pengungsi mencapai 2.426 jiwa yang tersebar di empat posko utama. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil.

Di sela peninjauan, Wapres menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi serta mengunjungi dapur umum dan posko kesehatan. Ia memberi semangat kepada warga agar tetap kuat menghadapi musibah.

“Kami pastikan negara hadir. Kebutuhan dasar akan terpenuhi dan penanganan pascabencana dipercepat agar warga bisa kembali hidup aman dan nyaman,” ujar Wapres.

Baca juga : Tanggap Bencana Cisarua Bandung, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

Kunjungan diakhiri dengan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Baitul Ma’mur, Desa Penujah, sebelum Wapres kembali ke Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.