Dark/Light Mode

KBRI Beijing Dorong Kolaborasi AI, Teknologi, Film Dan Musik Indonesia-China

Selasa, 27 Januari 2026 12:21 WIB
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun dalam acara AI Chinese New Year yang digelar di Beijing, Senin (26/1/2026). (Foto KBRI Beijing)
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun dalam acara AI Chinese New Year yang digelar di Beijing, Senin (26/1/2026). (Foto KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menekankan pentingnya penguatan kerja sama industri kreatif serta koneksi budaya dan masyarakat antara Indonesia dan China.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara tepat untuk promosi budaya akan berdampak luas. Bukan hanya memperkaya budaya itu sendiri, tetapi juga memperkuat koneksi antarmasyarakat, lintas generasi, dan lintas bangsa. 

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI) semakin membuka peluang bagi kita,” kata Dubes Djo, saapaan akrabnya dalam pertemuan bertajuk AI Chinese New Year yang digelar di Beijing, Senin (26/1/2026).

Baca juga : Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia di WEF 2026

Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Selasa (27/1/2026), poin tersebut dipaparkan Dubes Djo di hadapan para tamu undangan dari berbagai latar belakang. Mulai Kementerian Kebudayaan China, Peking National Opera, perusahaan teknologi, pelaku industri kreatif, serta media.

Dubes Djo menuturkan, berbagai simbol budaya dan hikayat kini telah banyak diadaptasi ke dalam musik, animasi, film, dan beragam karya kreatif lainnya.

"Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam, memiliki potensi besar sebagai sumber ide inovatif yang mendorong pesatnya pertumbuhan industri kreatif nasional, baik di bidang film, musik, maupun animasi," terangnya.

Baca juga : Rig EMR-01 Elnusa Catat Teknologi Casing While Drilling Terdalam di Indonesia

Dia menambahkan, pada 2030, kontribusi industri kreatif Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan mencapai 8 persen dan mampu menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja.

Sementara, China dikenal memiliki kapasitas besar dalam pengembangan teknologi maju, termasuk AI. Menurut Dubes Djo, kolaborasi positif dan produktif antara potensi budaya dan industri kreatif Indonesia, talenta muda Indonesia, serta teknologi canggih China akan membuka peluang konkret di bidang film, animasi, musik, hingga drama pendek ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Djo juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Imperial Pictures Indonesia dengan Migu, perusahaan digital di bawah salah satu perusahaan telekomunikasi besar China. Dubes yang pernah bertugas di Rusia itu berharap, kolaborasi serupa dapat terus berkembang di masa mendatang.

Baca juga : INDEF Dorong Reformasi Pendidikan STEM Demi Indonesia Emas 2045

“Ketika teknologi mampu menghasilkan koneksi kolaborasi yang saling menguntungkan, di situlah kita benar-benar merasakan manfaat teknologi,” pungkasnya.

Acara AI Chinese New Year diselenggarakan State Administration of Radio, Film, and Television (NRTA) dengan dukungan salah satu perusahaan telekomunikasi besar China.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.