Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kinerja Tumbuh, Pertagas Salurkan Gas 1.500 MMSCFD Lebih Pada 2025
Selasa, 10 Maret 2026 14:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), mencatat kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pada seluruh lini bisnis utama, mulai dari transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi hingga transportasi LPG.
Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan, peningkatan kinerja tersebut didorong oleh penguatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama serta pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi.
“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga,” ujar Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Sepanjang 2025, volume penyaluran pada lini bisnis transportasi gas tercatat lebih dari 1.500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024.
Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau tumbuh sekitar 8 persen seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.
Baca juga : Berty Targetkan Tinju Juara Umum Di PON 2028
Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG tumbuh sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.
Indra menjelaskan, pertumbuhan kinerja tersebut juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca. Selain itu, jaringan perusahaan juga melayani lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer yang menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.
Perusahaan juga terus menjaga keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan aset guna memastikan stabilitas pasokan energi.
Baca juga : Proses Berjalan Lancar, Penyaluran BHR Mitra Gojek Tuntas 100 Persen Pada Jumat
Secara keuangan, sepanjang 2025 Pertagas secara konsolidasi mencatatkan pendapatan sebesar 861,51 juta dolar AS. Perusahaan juga membukukan EBITDA sebesar 427,46 juta dolar AS atau meningkat 15,90 persen serta laba bersih yang naik 21,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Memasuki 2026, Pertagas menargetkan volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) sekitar 75 juta dolar AS yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.
Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi bahan bakar minyak (BBM) Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain itu, Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tangki F-6004 LNG Arun di Aceh setelah revitalisasi rampung, guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
Baca juga : Kinerja Unggul di E Commerce, SGM dan Bebelac Raih EPIC Awards 2026
Indra menambahkan bahwa inisiatif strategis perusahaan pada 2026 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien.
Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane guna mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya