Dark/Light Mode

PHE Genjot Produksi Migas 2026 dan Kembangkan Energi Rendah Karbon

Rabu, 11 Maret 2026 03:24 WIB
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto. (Dok. PHE)
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto. (Dok. PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon di tengah tantangan industri energi global.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.

Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari (MBOPD) serta 35 persen lifting gas domestik sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan, perusahaan terus mendorong berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan kondisi geopolitik, serta kompleksitas operasional yang semakin meningkat.

Baca juga : PHE Perkuat Produksi Migas Nasional, Industri Asuransi Jadi Mitra Strategis

"Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), dengan rincian 557 MBOPD dan 2,8 BCFD. Selain menjaga kinerja produksi,

Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina. (Foto: PHE)

PHE juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE), serta implementasi berbagai teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Pada 2026, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola natural decline sekaligus meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional.

Baca juga : Agrovoltaics, Jalan Tengah Energi Surya Dan Perlindungan Lahan Tani

Program tersebut mencakup pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik dua dimensi sepanjang 904 kilometer, survei seismik tiga dimensi seluas 1.660 kilometer persegi, serta kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan.

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Perusahaan juga memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak nonkonvensional (MNK) serta membuka peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

PHE juga menjalankan strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon melalui teknologi carbon capture storage dan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi.

Baca juga : Menkop Ajak UMKM Genjot Produksi, Kembangkan Gerai Ritel Kopdes Merah Putih

Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan berbagai program strategis tersebut, PHE berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Selain itu, PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga berkomitmen menjalankan Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan menjaga perusahaan bersih dari penyuapan melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.