Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonom: Stimulus Lebaran Tepat, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Kamis, 19 Maret 2026 22:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu Dr. Surya Vandiantara, menilai kebijakan pemerintah memberikan stimulus ekonomi menjelang Lebaran 2026 sudah tepat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi.
Stimulus tersebut mencakup bantuan pangan bagi 34,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diskon transportasi mudik, pencairan THR ASN tepat waktu, serta jaminan ketersediaan BBM dan LPG.
“Kebijakan bantuan pangan bagi 34,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diskon transportasi mudik, dan THR ASN yang tepat waktu, merupakan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Surya, Kamis (19/3/2026).
Baca juga : Tiket KA Lebaran Laris Manis, KAI Sebut Kursi Masih Tersedia
Ia menambahkan, kepastian pemerintah dalam menjaga stok dan pasokan BBM serta LPG juga krusial untuk menahan gejolak harga kebutuhan pokok. Pasalnya, gangguan pada dua komoditas tersebut berpotensi memicu inflasi dan kepanikan di masyarakat.
“Kenaikan harga BBM dan LPG dapat memicu kenaikan harga komoditas lainnya. Maka penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga melalui program jaminan stok BBM dan LPG untuk mencegah inflasi yang tinggi,” ujarnya.
Surya juga menyoroti bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter yang dinilai akan langsung dirasakan masyarakat. Program ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan, terutama menjelang Hari Raya.
Baca juga : Dukung Mudik Lebaran Tenang, BRI Siapkan Perlindungan Asuransi Premi Terjangkau
“Kebijakan ekonomi ini merupakan cerminan penggunaan anggaran belanja negara yang berpihak pada rakyat miskin. Sudah selayaknya negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat,” terangnya.
Selain itu, ia mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Menurutnya, kondisi harga saat ini masih berada dalam jangkauan daya beli masyarakat karena didukung ketersediaan stok yang memadai.
“Harga pangan saat ini sudah terjaga dengan baik dan stabil. Harga terjaga dengan baik dan stabil, apabila harga yang ada hari ini masih dalam jangkauan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya