Dark/Light Mode

InJourney Promosi Paket Libur Nyepi & Lebaran

Timteng Panas, Wisata Domestik Tetap Ngegas

Selasa, 10 Maret 2026 06:35 WIB
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri) dan Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia (tengah) saat memaparkan kesiapan melayani wisatawan pada momen libur Nyepi dan Lebaran di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Foto: Irma Yulia/rm.id)
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri) dan Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia (tengah) saat memaparkan kesiapan melayani wisatawan pada momen libur Nyepi dan Lebaran di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Foto: Irma Yulia/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aviasi dan Pariwisata, InJourney Hospitality, optimistis minat masyarakat liburan tetap ngegas alias tinggi meskipun politik global sedang memanas akibat perang di Timur Tengah (Timteng). Libur Nyepi dan Lebaran diyakini salah satu penggeraknya.

Direktur Commercial InJourney Veronica H. Sisilia mengatakan, eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, memang sempat berdampak pada penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta dan bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. 

“Jika bicara soal pariwisata dan perhotelan, forecast trennya, apalagi untuk domestik, masih positif tumbuh,” kata Veronica saat paparan Menyambut Kesiapan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Tahun 2026, di Jakarta, Senin (9/3/2026). 

Veronica menerangkan, pertumbuhan kunjungan wisatawan di Indonesia sejak Desember 2025 mengalami peningkatan hingga 14,4 persen atau sebanyak 101 juta wisatawan domestik mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. 

Baca juga : Pemerintah Lindungi Kepentingan Nasional

Sedangkan wisatawan asing yang masuk ke Indonesia ada sekitar 1,14 juta sehingga tren pertumbuhan kunjungan wisatawan ini diharapkan masih terus berlangsung ke depannya. 

“Walau ada impact (dari perang Iran dengan AS dan Israel), tapi kami yakin industri pariwisata masih kuat,” katanya. 

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan, bulan ini terdapat dua perayaan hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. 

Momen libur perayaan tersebut, kata dia, diyakini akan mendorong pergerakan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Hal ini juga berdampak positif pada tingkat keterisian (okupansi) hotel yang dikelola InJourney Hospitality. 

Baca juga : DPRD: Kebut Pengurangan Sampah Ke Bantargebang

“Tingkat okupansi 40 hotel yang kami kelola selama periode libur Lebaran tahun ini sebesar 63 persen, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Christine. 

Menurut Christine, kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan demand Lebaran, strategi pricing yang lebih optimal dan penguatan distribusi di seluruh klaster. 

Ia membeberkan, berdasarkan data historis perseroan, kinerja hotel bintang 5 InJourney Hospitality selama libur Idul Fitri sebesar 40 persen. Lalu naik menjadi 55 persen pada 2025 dan tahun ini diprediksi naik menjadi 60 persen. 

Untuk hotel bintang 4, sambung dia, kinerjanya tercatat 63 persen di 2024, sedikit turun pada 2025 menjadi 61 persen, dan tahun ini proyeksinya di angka 75 persen. 

Baca juga : Timnas Putri Iran Ingin Lekas Pulang

Sedangkan hotel bintang 3 tercatat 60 persen pada 2024, turun menjadi 46 persen di 2025 dan tahun 2026 diproyeksi naik ke angka 55 persen. “Untuk okupansi, hotel bintang 5 naik signifikan sampai 60 persen, bintang 4 rebound kuat ke 75 persen dan bintang 3 naik bertahap ke 55 persen,” katanya. 

Hotel bintang 5 yang okupansinya diprediksi tertinggi pada libur nanti, di antaranya Merusaka Nusa Dua, Bali Beach Hotel The Heritage Collection dan The Meru Sanur.   
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.