Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi ASDP Hadapi Lonjakan Penumpang Berbuah Manis
Arus Mudik & Balik Lebaran Tahun Ini Lancar Terkendali
Rabu, 1 April 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Moda penyeberangan yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry, melayani sebanyak 5,52 juta penumpang pada periode mudik Lebaran atau naik 15,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berkat antisipasi dan kolaborasi Pemerintah, pengelola layanan penyeberangan, dan lintas sektoral terkait lainnya, arus mudik dan balik berjalan lancar dan terkendali.
Secara kumulatif sejak H-8 (22 Maret 2026) hingga H+8 (30 Maret 2026) pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang, atau naik 6,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang.
Sementara total kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8 persen dibandingkan 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kelancaran arus balik dan Lebaran tidak lepas dari antisipasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan transportasi. Khususnya di 15 lintasan pantauan nasional.
Baca juga : Pemerintah Siap Hadapi Kemarau
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru mengatakan, di tengah peningkatan signifikan penumpang, layanan penyeberangan tetap mampu beroperasi secara optimal.
“Hal ini tercermin dari kelancaran arus layanan yang terjaga, serta distribusi trafik yang semakin merata di berbagai lintasan, termasuk pada periode puncak arus mudik dan balik,” ujar Heru di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Heru menegaskan, capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dirancang secara komprehensif jauh sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai.
“Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama, dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal,” ucapnya.
Baca juga : Please... Wajibkan ASN Naik Transportasi Publik
Dalam pelaksanaannya, imbuh Heru, lintasan Jawa-Sumatera-Bali tetap menjadi simpul vital pergerakan nasional. Berbagai langkah antisipatif dilakukan secara terukur.
Mulai dari pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan harian, penerapan skema Tiba-Bongkar-Berangkat saat terjadi kepadatan, delaying system melalui titik buffer zone, pemanfaatan digitalisasi Ferizy, hingga kebijakan stimulus berupa diskon tarif dan single tarif guna mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata dan inklusif.
Sejalan dengan hal tersebut, Heru menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh seluruh pihak dalam menjaga kelancaran layanan.
Pihaknya mengapresiasi kolaborasi erat Danantara Indonesia, Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kepolisian, TNI, BUMN transportasi, asosiasi penyeberangan, serta seluruh masyarakat pengguna jasa ferry.
Baca juga : John Herdman Bawa Harapan
“Kepatuhan masyarakat dalam merencanakan perjalanan sejak dini, dan melakukan pem belian tiket melalui Ferizy sangat berkontribusi dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik,” tambahnya.
Adapun lintas vital dengan mobilitas tinggi meliputi Merak-Bakauheni, Ciwandan-Wika Beton.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya