Dark/Light Mode

Prabowo & Kaisar Naruhito Makan Siang di Imperial Palace

Indonesia dan Jepang Saling Memperkuat dan Melengkapi

Selasa, 31 Maret 2026 08:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Kaisar Jepang Naruhito, di Imperial Palace, Tokyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Dok. Setkab)
Presiden Prabowo Subianto bertemu Kaisar Jepang Naruhito, di Imperial Palace, Tokyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Dok. Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dijamu makan siang kenegaraan oleh Kaisar Jepang Naruhito, di Imperial Palace, Tokyo, Senin (30/3/2026). Suasananya hangat dengan latar pemandangan taman Istana yang tertata indah.

Prabowo tiba di Imperial Palace sekitar pukul 11.40 waktu setempat. Setibanya di halaman Istana, Presiden Prabowo disambut hangat Kaisar Naruhito. Keduanya bersalaman dan berbincang ringan sambil berjalan menuju ruang pertemuan di dalam Istana.

Pertemuan diawali dengan sesi foto bersama. Dilanjutkan dengan pembicaraan empat mata dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dua kepala negara ini membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama 

Usai pertemuan, Presiden Prabowo bersama Kaisar Naruhito dan Putra Mahkota Fumihito menghadiri jamuan makan siang kenegaraan di Rensui North, Imperial Palace, pukul 12.17 waktu setempat. Jamuan makan siang berlangsung di sebuah ruangan bergaya arsitektur khas Negeri Sakura dengan dominasi material kayu dan pintu geser tradisional.

Baca juga : Aksi "No Kings" Meluas, Trump Didemo 8 Juta Warga AS

Dalam jamuan ini, Prabowo didampingi sejumlah delegasi Indonesia. Antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan putra Presiden, Didit Hediprasetyo.

Suasana santap siang berlangsung hangat. Presiden Prabowo mengapresiasi panorama taman yang dipenuhi beragam bunga dan bonsai di sekitar lokasi makan siang. "I want to drink coffee with this (saya ingin minum kopi dengan ini),” kata Prabowo sambil tersenyum, menunjuk pemandangan taman di hadapannya.

Sambil menikmati jamuan makan siang, Prabowo berbincang santai Kaisar Naruhito. Sesekali terlihat tersenyum riang.

Setelah rangkaian acara di Imperial Palace, Prabowo melanjutkan agenda dengan menghadiri Japan-Indonesia Business Forum, di Imperial Hotel, Tokyo. Dalam acara ini, jajaran menteri dan pejabat yang mendampingi Prabowo bertambah. Tampak hadir juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo, dan Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie. 

Baca juga : Pangan RI Tidak Tergantung Timteng

Dari pihak Jepang, hadir antara lain Parliamentary Vice-Minister of Economy, Trade and Industry (METI) Takuo Komori dan sejumlah pelaku usaha dari Jepang dan Indonesia. Dalam forum ini, disepakati sepuluh kerja sama business-to-business antara perusahaan Indonesia dan Jepang dengan nilai mencapai 2,6 miliar dolar AS atau Rp 381,9 triliun.

"Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang yang saling melengkapi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor prioritas, termasuk industri, energi, dan pengembangan teknologi," tulis Prabowo, di akun Instagram @presidenrepublikindonesia

Sementara, Menlu Sugiono menjelaskan isi pertemuan Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito. Kata Sugiono, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

“Jepang merupakan mitra yang sangat strategis bagi Indonesia. Dalam sejarahnya juga merupakan partner yang sangat penting bagi Indonesia,” terangnya.

Baca juga : Digelar Di Monas, Bazar Rakyat Diserbu 200 Ribu Orang

Sugiono menambahkan, pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito lebih menitikberatkan pada hubungan bilateral dan kerja sama antarmasyarakat kedua negara. Hal ini sejalan dengan posisi Kaisar Jepang sebagai simbol negara yang tidak membahas isu-isu politik.

Kaisar Naruhito berjanji akan mengistimewakan warga negara Indonesia yang berada di Jepang. Ia juga membuka ruang komunikasi apabila terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian bersama terkait masyarakat kedua negara. 

"Indonesia saat ini berada dalam posisi full gear untuk melakukan transformasi ekonomi, termasuk percepatan transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan,” papar Sugiono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.