Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PMI Manufaktur Maret 2026 Melemah, Kadin Soroti Tekanan Global
Rabu, 1 April 2026 14:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Perindustrian, Saleh Husin menilai, penurunan PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2026 dipicu oleh pelemahan permintaan, terutama dari pasar ekspor.
Menurut Saleh, penurunan pesanan ekspor baru terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang turut menekan kinerja industri nasional. Selain faktor permintaan, tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga energi serta gangguan rantai pasok juga memperburuk kondisi sektor manufaktur.
“Terjadi kombinasi antara demand shock dan cost pressure yang membuat laju ekspansi industri melambat signifikan, bahkan mendekati batas stagnasi di level 50,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga : Industri Manufaktur Tetap Ekspansi, IKI Maret 2026 Di Level 51,86
Ia menjelaskan, melemahnya permintaan global berdampak langsung pada industri berorientasi ekspor. Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya biaya produksi, khususnya energi, yang menekan margin perusahaan.
Gangguan rantai pasok global juga masih menjadi tantangan, sehingga menambah beban bagi pelaku industri dalam menjaga kelancaran produksi.
Ke depan, Kadin memproyeksikan PMI manufaktur Indonesia masih berpeluang bertahan di zona ekspansi, namun dengan level yang tipis dan rentan terhadap tekanan eksternal.
Baca juga : Isu Retak Vinales–Lorenzo Mengemuka, Performa Buruk KTM Jadi Sorotan
Saleh menegaskan, pelemahan pesanan ekspor berpotensi berdampak pada sektor padat karya, mulai dari penurunan utilisasi kapasitas produksi hingga tekanan terhadap margin perusahaan.
“Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi penyesuaian tenaga kerja jika tekanan terus berlanjut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut arah pergerakan PMI manufaktur ke depan sangat bergantung pada sejumlah faktor utama, antara lain: pemulihan permintaan global, stabilitas harga energi, dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga daya saing industri.
Baca juga : OJK Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Solid Di Tengah Tekanan Global
Kadin berharap pemerintah dapat terus memperkuat kebijakan yang mendukung sektor industri, terutama dalam menjaga stabilitas biaya produksi dan memperluas akses pasar ekspor. Dengan langkah yang tepat, sektor manufaktur diharapkan tetap mampu bertahan dan kembali mencatatkan ekspansi yang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya