Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengajak pelaku usaha kehutanan memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi hutan, dan tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya alam.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk refleksi sekaligus memperkuat peran sektor kehutanan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan, nilai-nilai Ramadan perlu menjadi landasan dalam praktik pengelolaan hutan yang lebih bijak. Pelaku usaha diharapkan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Baca juga : Zulhas Ajak 20 Organisasi Pemuda Perkuat Peran Hadapi Ketidakpastian Global
“Kita tidak hanya merayakan kemenangan rohani, tetapi juga merefleksikan peran dalam menjaga amanah bumi. Ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga hutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat menahan diri selama Ramadan relevan dalam menghindari eksploitasi berlebihan. APHI bersama anggotanya juga terus mendorong peningkatan tutupan hutan melalui kegiatan penanaman dan pengayaan, baik di hutan tanaman maupun hutan alam.
Menurut Soewarso, optimalisasi pemanfaatan hutan kini diarahkan melalui pendekatan multiusaha kehutanan yang diiringi penguatan tata kelola serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Baca juga : IPMG Umumkan Pengurus 2026-2028, Perkuat Komitmen Obat Inovatif
“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, serta terus berinovasi dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” katanya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz MP menekankan pentingnya menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat tata kelola kehutanan melalui peningkatan koordinasi pusat dan daerah.
Ia juga menyebut pengawasan di tingkat tapak akan diperkuat melalui penambahan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut), dari sekitar 4.800 personel saat ini menjadi sekitar 21.000 personel secara bertahap.
Baca juga : Thom Haye Pastikan Persib Siap Hadapi Semen Padang
Sementara itu, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup Sigit Reliantoro menilai perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola sumber daya alam. Menurutnya, manusia bukan pemilik alam, melainkan pihak yang diberi amanah untuk menjaganya.
“Pemanfaatan sumber daya alam harus didasarkan pada batas ekologis, bukan semata pertimbangan ekonomi,” ujarnya.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, APHI berharap sinergi lintas sektor semakin kuat dalam menghadapi tantangan kehutanan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan tata kelola hutan yang berkelanjutan di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya