Dark/Light Mode

Menko Pangan: Panen Raya Bawang Putih Di Sembalun Kurangi Ketergantungan Impor

Kamis, 20 Agustus 2026 07:48 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan (tiga kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tiga kiri), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Mbak Titiek (dua kanan) saat panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026). Dok. Kemenko Pangan
Menko Pangan Zulkifli Hasan (tiga kanan) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tiga kiri), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Mbak Titiek (dua kanan) saat panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026). Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat langkah mengurangi ketergantungan terhadap impor bawang putih dengan meningkatkan produksi dalam negeri, memperkuat infrastruktur pascapanen, serta memastikan hasil panen petani terserap pasar. Langkah tersebut ditunjukkan melalui panen raya bawang putih di Kecamatan Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026).

Panen dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jendera Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Suharto atau akrab disama Mbak Titiek

Panen berlangsung di lahan seluas 105 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1.050 ton. Kegiatan tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga meresmikan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengurangan impor bawang putih tidak bisa dilakukan hanya dengan meningkatkan luas tanam. Pemerintah perlu membangun ekosistem produksi yang mencakup produktivitas petani, penyimpanan, distribusi hingga kepastian pasar.

Baca juga : Polri Raih Rekor MURI Penanaman Bawang Putih Serentak Di Lahan Terluas

“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” ujar Zulkifli.

Kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru berkisar 39.000–40.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut membuat sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari impor. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan sentra produksi baru, peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pascapanen, serta kepastian pasar bagi petani.

Dalam penguatan ekosistem tersebut, Polri turut mengambil peran melalui dukungan terhadap pengembangan produksi dan ketahanan pangan. Salah satunya dengan membangun Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun yang dapat digunakan untuk mendukung penyimpanan dan pengelolaan hasil panen petani.

Baca juga : Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Polda, Potensi Panen 2.795 Ton

Selain di NTB, penanaman bawang putih juga dilakukan secara serentak di 17 provinsi. NTB menjadi salah satu daerah yang dipandang memiliki potensi penting dalam pengembangan komoditas tersebut.

Di NTB, penanaman dilakukan di lahan seluas 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton. Hasilnya diproyeksikan mulai dipanen pada November 2026.

Zulkifli menegaskan, penguatan produksi bawang putih membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha dan petani. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar program peningkatan produksi tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga hasil panen tersimpan dengan baik dan terserap pasar.

“Kemenko Pangan akan terus memperkuat koordinasi agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan petani bergerak dalam satu agenda meningkatkan produksi nasional,” katanya.

Baca juga : Dukung Swasembada Bawang Putih, Polri Tanam Serentak Di 14 Polda

Menurut Zulkifli, panen raya di Sembalun menjadi contoh bahwa upaya mengurangi ketergantungan impor dapat dimulai dari penguatan sentra produksi di daerah.

“Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.